Jumat, 09 Agustus 2019

Bangun Industri Galangan Kapal Terbesar di Dunia, Gubernur NTB Gaet Investor Korea



Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi bekerjasama dengan PT Diamar Mitra Kayangan (DMK) dan Sungdong Group dalam pembangunan Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara. 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengucapkan rasa syukurnya atas kerja sama ini. “Saya disini mewakili masyarakat NTB berterimakasih kepada PT. DMK dan Sungdong Group karena telah memilih NTB sebagai lokasi investasi. Global Hub Bandar Kayangan akan membangun galangan kapal terbesar di dunia dengan kawasan bisnis lain yang terintegrasi.

Selat Lombok adalah lokasi yang strategis, yaitu berada di ALKI 2 (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang bahkan lebih strategis dari Selat Malaka. Sayangnya belum ada pelabuhan internasional yang bisa mendukung transportasi laut di daerah Selat Lombok. 

Saat ini sekitar 90% export impor harus melalui Singapura, karena kapal yang dimiliki Indonesia terlalu kecil jadi tidak efisien untuk perjalanan jarak jauh. Selain itu hampir seluruh pelabuhan di Indonesia dangkal sehingga tidak mampu melayani kapal Panamax yang memiliki panjang 300 – 500 meter. 

Dengan adanya Global Hub Bandar Kayangan ini maka Lombok akan menjadi poros maritim baru bagi dunia," tutur Zulkieflimansyah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Ia menambahkan, Global Hub Kayangan akan menjadi kawasan industri yang modern. “Pada proyek tersebut, akan dibangun kawasan industri galangan kapal terbesar di dunia dengan luas lebih dari 1.000 Hektare, pelabuhan internasional untuk kapal ukuran panamax (extra large), kilang minyak dengan kapasitas 50.000 barel/hari, pengolahan minyak, pembangunan pembangkit listrik hingga 900 MW. Global Hub Kayangan pun akan menjadi kota mandiri yang akan mendukung kawasan industri tersebut," paparnya.

Sementara itu, Direktur PT. DMK, Soni Diamar menyatakan bahwa proyek ini legal dan sudah mulai dilaksanakan.

“Kami sudah mendapatkan izin lokasi dari kementerian Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk areal seluas 7.000 hektar dan didukung oleh PP No. 13 tahun 2017 yang menetapkan Bandar Kayangan sebagai Kawasan Andalan Nasional. 

Rencana pembangunan mega proyek Global Hub masih sedang dalam tahap pembebasan lahan. Kami memiliki kawasan dengan luas 7.000 hektare dan akan dibebaskan secara bertahap selama minimal 5 tahun. 

Kami adalah melakukan pembebasan lahan dengan perkiraan antara 1.500 hektare sampai 2.000 hektar per tahun. Proses pembebasan lahan masyarakat sekitar 1.500 hektar sudah dimulai pada akhir April 2019 lalu," ujar Soni.

Soni menjelaskan tahap awal dari proyek ini adalah pembangunan infrastruktur. “Setelah pembebasan lahan tahun ini selesai, maka kami akan memulai penyediaan infrastruktur jalan, air, listrik dan akses menuju pelabuhan. Pembebasan lahan dan pembangunan Global Hub Bandar Kayangan akan memakan waktu antara 4 sampai 5 tahun," ungkap Soni.

Associate Director for Business Development and Investment PT Diamar Mitra Kayangan, Victor Adiguna berterima-kasih atas dukungan pemerintah NTB. “Saya berterimakasih karena kerjasama antara DMK dan Sungdong ini didukung penuh oleh pemerintah NTB. Kerjasama ini bertujuan untuk membangun industri kapal tercanggih dan terbesar di dunia. Sungdong bersedia memberikan investasi 1 Milyar USD atau sekitar 14 Trilyun Rupiah. Tidak hanya investasi berupa uang, Sungdong pun akan memindahkan teknologinya menjadi milik bangsa Indonesia. Kami akan melakukan seleksi pada 300 orang terbaik untuk mengikuti pelatihan di Korea Selatan selama beberapa tahun lalu kembali ke Indonesia untuk mengelola proyek ini, rencananya proyek ini akan menyerap hingga 300 ribu tenaga kerja," pungkas Victor.

sumber: wartaekonomi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar