Selasa, 12 Juni 2018

Kemenhub Rilis Kapal Kontainer 100 TEUs Buatan Galangan Janata


Kementerian Perhubungan merilis satu kapal kontainer buatan galangan PT Janata Marina Indah, Semarang. Kapal tersebut merupakan 1 dari 15 kapal kontainer yang dipesan Kemenhub untuk program Tol Laut.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut, Junaidi mengaatkan kapal yang dibuat oleh galangan Janata berkapasitas 100 TEUs ( twenty-foot equivalent unit) dan diberi nama Kendagha Nusantara 6.

"Kapal ini akan mendukung konektivitas pelayaran dal_am program Tol Laut, meningkatkan integrasi sistem angkutan untuk mengurangi disparitas harga," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis.com, Selasa (6/3/2018).

Kapal ini menurut Junaidi merupakan pesanan kesembilan dai 15 unit yang dipesan sejak 2015. Dia menambahkan, selain di galangan Janata, Kemenhub juga memesan kapal serupa di galangan yang berlokasi di Banten dan Lamongan. Kapal-kapal yang dipesan ini diharapkan bisa rampung tepat wktu dan bisa beroperasi pada April 2018.

Junaidi menuturkan, kapal kontainer milik negara diproyeksi bisa mendukung upaya penurunan harga bahan pangan dan bahan bangunan yang diangkut lewat program Tol Laut. Di samping kapal laut, Kemenhub juga memadukan akses darat dan udara untuk memperluas distribusi barang kebutuhan pokok ke wilayah terdepan, terpencil, dan pedalaman.

Di 2018, Kemenhub membuka 15 trayek Tol Laut dengan tiga pangkalan utama, yakni Teluk Bayur, Tanjung Priok, dan Tanjung Perak. Kemenhub menggelontorkan anggaran sebanyak Rp447,62 miliar untuk penyelenggaraan Tol Laut tahun ini.

sumber: tribun

Senin, 04 Juni 2018

Dok Kodja Bahari Benahi Fasilitas Graving Dock Palembang


Perusahaan galangan kapal nasional PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) melaksanakanan ground breaking untuk pekerjaan sipil rehabilitasi semi dock graving, pintu dok serta pembangunan dermaga di area shipyard Palembang.

Dirut PT.Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DKB) Wahyu Suparyono mengatakan pembangunan seluruh fasilitas itu merupakan salah satu rencana strategis perseroan dalam menggunakan alokasi penggunaan dana penyertaan modal negara (PMN) APBN-P tahun anggaran 2015, yang diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp5,5 miliar.

"Pengerjaan fasilitas tersebut akan menggandeng perusahaan lokal yaitu PT. Gilas Perkasa dengan estimasi lama pengerjaan sekitar 90 hari kerja," ujar Wahyu, melalui siaran pers PT. DKB yang diterima Bisnis, Senin (14/5/2018).

Dia mengharapkan dengan rehabilitasi graving dock di Shipyard Palembang itu dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan khususnya dan masyarakat Indonesia di wilayah Sumatra Selatan pada umumnya.

Wahyu mengatakan pembangunan kembali graving dock ini diharapkan meningkatkan layanan kepada customer dan menjadi concern PT. DKB terpenuhi,sesuai dengan slogan Kementerian BUMN “One Vision, One Mision, One Family to Excellence”.

Perseroan, imbuhnya, akan terus bebenah dan terus bergerak maju untuk mendukung Pemerintah dalam mewujudkan program Indonesia sebagai poros maritim dan program tol laut, sesuai dengan nawa cita Presiden Joko Widodo.

Selain itu, kata Wahyu, PT.DKB berkomitmen mewujudkan program efisiensi logistik nasional dengan mengoptimalkan keberadaan PT.Air & Marine Supply (Airin). Perusahaan ini merupakan anak usaha PT. DKB yang bergerak di bidang usaha logistik,pergudangan dan mengantongi izin badan usaha pelabuhan (BUP).

"Pemberdayaan potensi internal perseroan akan terus kami lakukan untuk mendongkrak kinerja DKB saat ini dan di masa mendatang," ujar dia.

sumber: bisnis 

Minggu, 03 Juni 2018

160 Perusahaan Galangan Kapal Bakal Ramaikan RUA Iperindo


Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai (Iperindo) akan menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) dan sekaligus memilih kepengurusan asosiasi itu untuk periode 2018-2022.

Informasi yang dikumpulkan Bisnis pagelaran RUA Iperindo itu akan diramaikan dengan tiga bursa bakal calon Ketua Umum asosiasi tersebut untuk periode empat tahun mendatang.

Ketiga bakal calon itu antara lain; incumbent Eddy K.Logam dari PT.Logindo Samudera Makmur, Yance Gunawan (Dumas Shipyard) dan Askan Naim (Krakatau Shipyard).

Dikonfirmasi Bisnis, Ketua Umum DPP Iperindo Periode 2014-2018, Eddy K.Logam mengatakan, RUA bakal diikuti sekitar 160 perusahaan anggota Iperindo tersebut akan di gelar di Jakarta pada 3 Mei 2018.

Eddy juga menyatakan, dirinya siap mengabdi dan memimpin kembali kepengurusan Iperindo untuk masa bakti empat tahun mendatang.

"Saya berterima kasih kepada team pengurus yang telah berjuang dengan luar biasa sehingga banyak kemajuan yang telah dicapai selama empat tahun ini, anggota meningkat hampir dua kali lipat karena melihat kinerja pengurus periode ini," ujar Eddy kepada Bisnis, Selasa (1/5/2018).

Kendati begitu, menurut Bos PT.Logindo Samudera Makmur Tbk itu, masih banyak juga pekerjaan rumah yang masih harus dituntaskan agar Industri Maritim Indonesia menjadi kuat dan berdaulat.

"Oleh karena itu jika terpilih kembali saya akan berjuang dengan segenap tenaga untuk menuntaskan hal tersebut,"paparnya.

Sebagai incumbent, Eddy menegaskan bahwa semua calon telah menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi secara sehat dan demokratis, untuk fokus kepada program visi dan misi yang akan membuat Iperindo semakin baik.

Walaupun dia mendengar ada pihak-pihak luar yang tidak bertanggung jawab yang mencoba merusak kesatuan pengurus Iperindo dengan melakukan black campaign, namun Eddy yakin anggota dan pengurus Iperindo adalah insan yang dewasa dan rasional dalam meniai sesuatu dan tidak mudah terprovokasi.

"Saya mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dan bersama mendukung program Pemerintah menjadikan Indonesia yang kita cintai ini menjadi poros maritim dunia," ujar Eddy.

sumber: bisnis

Kamis, 17 Mei 2018

APBI : Penggunaan Kapal Nasional Untuk Ekspor Batubara Butuh Waktu Dua Tahun


Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyatakan dua tahun menjadi waktu yang cukup ideal untuk menyiapkan seluruh data terkait kewajiban penggunaan kapal nasional untuk ekspor batubara.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan ketersediaan data untuk penerapan kebijakan tersebut masih sangat minim. Disamping itu, jumlah armada kapal nasional sangat kurang.

"Penyusunan data-datanya belum lengkap. Yang paling fari bisa dilakukan setelah data-data siap. Perlu waktu setahun hingga dua tahun untuk siapkan itu," kata Hendra kepada Kontan.co.id, Rabu (4/4).

Hendra mengungkapkan data hasil kompilasi dari surveyor, ketersediaan kapal untuk ekspor batu bara kurang dari 2%. Kebanyakan armadanya berupa kapal tongkang.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kemarin menyatakan penerapakan kebijakan tersebut akan ditunda hingga dua tahun. Hal itu untuk memberi waktu menyusun peta jalan (roadmap).

Untuk asuransi nasional, akan tetap diberlakukan dalam waktu dekat dengan toleransi tambahan waktu selama tiga bulan.

Seperti diketahui, Permendag No. 82/2017 tersebut mewajibkan penggunaan kapal dan asuransi nasional untuk ekspor batubara dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Beleid yang diundangkan pada 31 Oktober 2017 itu rencananya bakal dijalankan secara efektif enam bulan setelah terbit.

Dalam pasal 5 diatur apabila armada angkutan laut nasional tidak mencukupi untuk kegiatan ekspor, maka bisa dilakukan juga dengan kapal angkutan laut asing. Namun, detail pelaksanaannya masih belum jelas.

Pelaku usaha, khususnya para eksportir langsung meminta agar penerapan beleid tersebut ditunda atau direvisi. Pasalnya, ketersediaan kapal nasional untuk kegiatan ekspor tersebut dinilai belum mencukupi.

CEO PT Arutmin Indonesia Ido Hutabarat mengatakan penundaan tersebut memang sesuai keinginan para eksportir. Meskipun begitu, penggunaan 100% kapal nasional tidak bisa langsung dilakukan pada dua tahun ke depan.

Dia menilai, kemampuan kapal nasional untuk menangani seluruh ekspor batu bara dari dalam negeri masih sulit bersaing pada dua tahun mendatang. Meskipun begitu, dirinya memahami maksud pemerintah yang ingin industri perkapalan nasional bisa bersaing secara global.

"Kalau mau diterapkan memang harus pelan-pelan. Feeling saya kapal nasional sampai bisa bersaing butuh lima sampai 10 tahun. Kalau dua tahun merangkak dulu lah," ujar Ido, Rabu (4/4).

Menurutnya, salah satu kendala yang akan dihadapi adalah perubahan skema penjualan dari FOB (free on board) ke CIF (cost, insurance, and freight). Hal itu kemungkinan sulit disepakati oleh pembeli.

"Kalau FOB kan pembeli yang menyiapkan kapalnya, kalau CIF penjual yang mencari. Untuk pembeli-pembeli besar seperti Jepang, misalnya, mereka pasti ingin FOB karena mereka kontrol kapalnya untuk sekalian dikirim," tandasnya.

sumber: kontan 

Selasa, 15 Mei 2018

CMA CGM Boyong Kapal Raksasa 10.642 TEUs ke Priok


Perusahaan pelayaran asal Perancis CMA CGM kembali memboyong kapal kontainer raksasa ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk melayani rute langsung ke Amerika Serikat.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis Jumat (4/5/2018), CMA CGM membawa kapal raksasa APL Salalah berkapasitas 10.642 TEUs (10.642 kontainer) pada Rabu (3/5/2018). Kapal ini menorehkan sejarah baru sebagai kapal kontainer terbesar yang pernah berlabuh di Tanjung Priok.

APL Salalah bersandar di terminal Jakarta International Container Terminal (JICT) dengan membongkat 1.666 TEUs dan memuat 2.818 TEUs. Walhasil, total bongkar muat dari kapal tersebut mencapai 4.484 TEUs dalam pelayaran perdananya ke Indonesia.

Setelah berlabuh di Tanjung Priok, APL Salalah akan berlayar ke Los Angeles dan Oakland, Amerika Serikat. Kapal ini memang melayani rute Java South East Asia Express Services atau Java SEA Express Services (JAX Services) dengan jadwal sandar mingguan secara rutin. 

CMA CGM menyebut, dengan mendatangkan kapal besar, konsumen dan pengguna jasa bisa efisiensi biaya logistik dan daya saing kinerja integrasi logistik. Sebelumnya, Presiden Direktur CMA-CGM Indonesia Farid Belbouab, mengatakan permintaan pengguna jasa untuk rute JAX Services terus bertumbuh sehingga pihaknya mendatangkan kapal yang lebih besar. Rute ini resmi dibuka pada April 2017 lalu.

"Kami mulai dengan kapal 8.000 TEUs sejak tahun lalu dan hasilnya sangat sukses. Secara bertahap kami membawa kapal yang lebih besar, 9.000 TEUs lalu 10.000 TEUs, bahkan mendekati 11.000 TEUs," jelasnya.

Saat ini, jaringan CMA CGM di Indonesia mencapai delapan cabang dan didukung oleh sub-agen di 15 lokasi pelabuhan. Jaringan akan menyokong arus barang dari Indonesia ke seluruh dunia di samping meningkatkan jenama atau brand CMA CGM seperti CNC, APL, dan ANL. Secara keseluruhan, armada CMA CGM mencapai 504 kapal dab berlabuh di lebih dari 420 pelabuhan di dunia. Tahun lalu, CMA CGM mengangkut hampir 19 juta TEUs. 

sumber: bisnis 

Senin, 14 Mei 2018

Genjot Arus Barang, Pelindo III Tambah 5 Crane di Tanjung Perak


PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menambah lima unit alat bongkar muat jenis harbour mobile crane atau HMC di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Alat bongkar muat jenis HMC bisa menangani bongkar muat barang untuk kapal berukuran panamax hingga post-panamax.

Direktur Teknik & ICT Pelindo III, Husein Latief mengatakan tiga unit HMC saat ini sedang dirakit di Terminal Jamrud, Tanjung Perak dan akan diserahterimakan pada Juli 2018.

Sementara itu, dua unit lainnya masih dalam tahap pengiriman dari pabriknya di Jerman. "Kami perkirakan [dua unit lainnya] bisa diserahterimakan pada September tahun ini,"ujarnya, Jumat (4/5/2018).

Husein menjelaskan tiga unit HMC memiliki kapasitas hingga 100 ton dengan jangkauan 46 meter. Adapun, dua unit HMC lainnya berkapasitas 120 ton dengan jangkauan hingga 51 meter. Kelima HMC itu memiliki teknologi mutakhir tele-assistance agar bisa dipantau dari jarak jauh atau dari gedung kantor.

Selain itu, data log kinerja HMC dapat diunduh untuk diperiksa data durasi operasioalnya. Kondisi mesin, catatan aktivasi alarm, pendeteksi cuaca dan lainnya juga bisa dipantau sebagai modal untuk analisis teknis perawatan HMC.

CEO Regional Jawa Timur Pelindo III, Onny Djayus, menambahkan, penambahan 5 unit HMC di Pelabuhan Tanjung Perak, akan meningkatkan kecepatan layanan bongkar muat curah kering, jumbo bag, dan general cargo di Terminal Jamrud. Pelindo III mencatat, arus barang di Terminal Jamrud pada tahun 2017 mencapai lebih dari 10 juta ton curah kering, 263 ribu meter kubik kargo, dan 66.253 unit barang.

Dengan beroperasinya HMC baru tersebut, Pelindo III siap melayani bongkar muat kapal besar demi meningkatkan efisiensi logistik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," ujarnya.

Sebelumnya, Pelindo III juga telah membeli tiga unit reach stacker, alat pengangkat peti kemas untuk ditempatkan di Tanjung Perak. Tambahan fasilitas itu akan mempercepat layanan receiving (penerimaan), delivery (pengiriman), stripping (pengeluaran barang dari peti kemas), dan stuffing (pemasukan barang ke dalam peti kemas).

sumber: bisnis 

Rabu, 25 April 2018

Pengembangan 3 Pelabuhan Prioritas Butuh Dana Rp 30 Triliun


Direktur Proyek Pelindo, Saut F. Siagian menyebut, proyek pengembangan pelabuhan-pelabuhan hub-internasional Kuala Tanjung, Patimban, dan Bitung membutuhkan dana setidaknya Rp 30 triliun.

"Totalnya, untuk sampai pada fase ultimate itu kita butuh setidaknya Rp 30 triliun," jelasnya.

Rencana pengembangan itu menunjukan komitmen serius pemerintah dalam merealisasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) prioritas.

Sebetulnya, pemerintah telah menyelesaikan pelabuhan internasional Kuala Tanjung di Sumatera Utara. Pelabuhan itu telah dinyatakan siap beroprasi lantaran telah lolos uji coba. Per 19 April 2018, kapal tanker MT Mars telah berhasil berlabuh di Terminal Multipurpose.

Kendati begitu, pengembangan pelabuhan-pelabuhan tersebut diyakini dapat membuka akses pelayaran yang lebih besar, sehingga pertumbuhan ekonomi maritim semakin tergenjot.

"Dengan pelabuhan hub-internasional Kuala Tanjung di Sumatera Utara, Patimban di Jawa Barat, dan Bitung di Timur, akses-akses pelabuhan Indonesia dari Barat ke Timur semakin terbuka," ujar Direktur Pengembangan PP, Bastary Pandji Indra.

Asal tahu saja, royek RJPMN prioritas itu telah ditawarkan pada investor asal Brazil, DTA Engenharia Group hari ini.

sumber: kontan

Minggu, 15 April 2018

Kapal Pesiar Seabourn Encore Bawa 975 Orang, Akan Singgah di Sabang


 Kapal pesiar MS Seabourn Encore berbendera Bahama/Nasau akan singgah di Pelabuhan Teluk Sabang pada Selasa (27/3) esok. Cruise ini membawa 975 orang.

Kapal pesiar yang dinahkodai Captain Bathgate David dijadwalkan tiba di Sabang pada pukul 07.00 WIB setelah menempuh perjalanan dari Phuket, Thailand. Kapal tersebut mengangkut 975 orang terdiri dari 552 penumpang dan 423 awak kapal.

Begitu tiba di Dermaga Container Terminal (CT) 3 di Kota Sabang, turis-turis ini akan disambut dengan rangkaian seremoni. Akan ada tarian adat Aceh sebagai wujud penghormatan kepada tamu.

Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) juga akan memberikan pelayanan yang maksimal seperti welcoming dance dan tradisional perfromance lainnya. Pada ring-2 Dinas Pariwisata Provinsi Aceh akan menempatkan bazar untuk masyarakat menjual souvenir, kuliner, dan lain-lain.

"BPKS sendiri akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada operator cruise, sehingga mereka akan merasa aman dan nyaman saat singgah di Kota Sabang," Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Sayid Fadhil dalam keterangan tertulis kepada detikTravel, Senin (26/3/2018). 

Dalam hal pelayanan cruise, Sayid mengaku melibatkan banyak pihak untuk melayani wisatawan seperti melibatkan travel agent, Organda, pihak kemananan dan pihak terkait lainya untuk dapat menciptakan kesan nyaman.

"Kita optimistis bahwa Sabang bakal menjadi magnet kapal-kapal cruise dunia. Apalagi tahun ini dijadwalkan ada tujuh Cruise yang telah mengangendakan untuk berkunjung ke Kota Sabang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Manajemen Pelabuhan, Zulkarnaini Abdulah, mengatakan, Kapal Pesiar MS Seabourn Encore baru pertama sekali singgah di Kota Sabang. Kapal ini memiliki panjang 179.76 meter dengan lebar 27,9 meter dan memiliki bobot 41.865 Gross Register Tonnage (GRT).

"Sebelumnya kapal ini berlayar dari Phuket Thailand, dan setelah singgah di Kota Sabang, mereka akan melanjutkan pelayaran ke Colombo," ungkap Zulkarnaini.

Tahun 2018 ini sudah dikonfirmasi sebanyak tujuh kapal yakni MS Seabourn Encore, MS Silver Discovery, MS Europe 2, MS Marella Discovery, MS Seabourn Ovation, dan kapal Islamic cruise MV Costa Victoria.

sumber: detik

Selasa, 03 April 2018

6 Kapal Tanker Minyak Sekitar Perairan Teluk Balikpapan Dipindahkan


Kejadian kebakaran yang terjadi di perairan Teluk Balikpapan kemarin menimbulkan kewaspadaan terhadap pemilik kapal tanker yang berada disekitarnya, sebanyak enam kapal taker minyak milik PT Cindara Pratama Lines (CPL) dievakuasi menjauh dari titik lokasi kebakaran.

Manajer Operasi PT CPL Hari Satriyo Puspito saat dihubungi Tribun Kaltim melalui sambungan telepon, Sabtu (31/3/2018) pagi mengatakan, laporan berita acara soal kebocoran pipa minyak sudah diterima.

Seperti dikutip dari Tribun Kalitim bahwa Manajer Operasi PR CPL Hari Satriyo Pupito sendiri sudah mengetahui mengenai kebocoran pipa minyak di Penajam-Balikpapan dan pihaknya sudah menerima laporan tersebut langsung ditindaklanjuti untuk memindahkan kapal-kapal milik PT CPL yang berada disekitar.

"Kami sudah terima infonya tadi jam empat pagi (kemarin). Kami langsung evakuasikan kapal kapal kami," ungkapnya.
Tim HSE dan operation PT CPL langsung diterjunkan ke lokasi dan berkoordinasi dengan kapten kapten kapal supaya bisa menjauh dari lokasi kejadian pipa bocor.

Menurut Satriyo, semua kapal CPL sekarang ini aman terkendali. Sudah dievakuasi sejak lama, pergi menjauh dari titik lokasi kejadian.

"Langsung ada perintah pergi menjauh. Tinggalkan lokasi pipa bocor," ujarnya.

Jadi tegas dia, tidak benar kalau ada kapal tangker minyak milik CPL terbakar. 
Kapal yang terbakar bukan dari armada laut CPL.

"Enam kapal kami (CPL) sudah disuruh menjauh. Sekitar dua mil dari lokasi kebocoran pipa," kata Satriyo.

Melihat kondisi bencana tersebut, PT CPL tetap berjalan normal. Kegiatan operasional masih berlangsung tidak ada upaya untuk meliburkan pegawai.

"Kegiatan kerja masih biasa saja. Tidak diliburkan. Hanya saja yang kerja di kapal kami suruh pergi menjauh hindari risiko," ungkapnya.

PT Cindara Pratama Lines (CPL) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran dan perniagaan, termasuk pelayaran pengiriman minyak. Kantor pusatnya ada di Jalan Letjen Sutoyo, Kampung Baru, Balikpapan Barat.

Dia sampai sejauh ini belum mendapat informasi resmi soal munculnya asap hitam. Kemungkinan, belum dipastikan kebenarannya, diduga saat ada kebocoran minyak terkena percikan api lalu muncul kebakaran.

"Penyebabnya saya juga belum tahu, mungkin saja terkena sulutan api lalu terbakar. Kena api sedikit saja sudah bisa langsung terbakar," ujarnya.

Saat ditanya apakah kebakaran itu muncul bermula dari kapal tangker minyak, dia menegaskan belum bisa dipastikan.

Namun berdasarkan pengamatannya dari lokasi jauh, sumber api dan asap hitam bukan dari kapal tangker."Bukan (tidak dari kapal). Menurut pengamatan kita dari jauh, itu sepanjang Teluk Balikpapan terbakarnya," ungkap Satriyo. 

sumber: emaritim 

Minggu, 01 April 2018

Asik, Kapal Pesiar Azamara Journey Singgah di Bali


Kapal pesiar Azamara Journey bersandar di pelabuhan Celukan Bawang kemudian menurunkan 300 turis dari negara-negara Eropa untuk menikmati berbagai objek wisata di Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (22/3/2018).

"Kemarin kapal pesiar Genting Dream menurunkan seribu orang lebih, hari ini, kapal pesiar Azamara Journey membawa 617 turis Eropa tapi yang turun sebanyak 300 turis untuk menikmati berbagai objek wisata di kabupaten Buleleng. Kapal pesiar bersandar di pelabuhan Celukan Bawang jam 08.10 Wita," kata Kadis Pariwisata Buleleng I Nyoman Sutrisna, di Singaraja, Kamis (22/3/2018).

"Kami telah menyiapkan belasan bus wisata untuk membawa lebih 600 turis ke berbagai destinasi wisata di Buleleng, di antaranya melihat ke Puri Gede, Museum Gede Kertya, Wihara, Munduk, Gigit dan Labuhan Lalang atau Teluk Brumbu, serta Menjangan," kata I Nyoman Sutrisna.

Saat menuruni tangga kapal pesiar, para turis tampak gembira dan antusias melihat sambutan tarian tradisional Bali. "Sekitar 300 turis lainnya bebas untuk melakukan aktivitas di atas kapal," tambah dia.

Kadis pariwisata Buleleng mengatakan, kehadiran ratusan turis hari ini dan ribuan turis mancanegara kemarin, Rabu (21/3/2018) diharapkan dapat menggerakan ekonomi daerah dan masyarakat Buleleng.

Kabupaten Buleleng memiliki pelabuhan yang mampu disandari kapal-kapal pesiar besar, selain di pelabuhan Tanjung Benoa, di Denpasar.

sumber: bisnis 

Selasa, 27 Maret 2018

Akibat Badai Siklon Marcus, Kapal Nelayan Hantam Karang


Badai siklon Marcus yang memicu tingginya gelombang pantai selatan mengakibatkan kecelakaan laut (laka laut) di perairan Gunung kidul Rabu (21/3). Kapal nelayan menabrak karang. Seorang nelayan dilaporkan tewas, sedangkan dua lainnya mengalami luka berat setelah terbentur batu karang.

Informasi yang dilansir dari Radar Jogja, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00. Korban tewas adalah Wasidi,50, warga Wonosobo II, Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul. Sedangkan korban luka berat dialami Sumono,43, dan Sukamto,40. Keduanya warga Kemadang, Gunungkidul.

“Korban (Wasidi, Red) sebenarnya sudah berenang hampir mendekati tepi pantai. Namun ombak besar kembali menggulung dan menghempaskan tubuhnya, sehingga tenggelam,” ungkap Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto.

Ketika ditemukan tim SAR Wasidi telah meninggal. Jasadnya telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Sementara dua korban selamat masih dirawat di RSUD Wonosari.

Peristiwa nahas itu berawal ketika  ketiga nelayan kapal Maju Jaya berangkat dari Pantai Baron untuk mencari lobster di perairan Sanglen.

Ombak besar menghantam kapal mereka yang sedang melaju sekitar tiga kilometer dari garis pantai. Sukamto yang berperan sebagai tekong (nakhoda) tak mampu mengendalikan kapal.

Kapal berbahan fiberglass tersebut lantas menabrak karang dan terbalik. Ketiga nelayan pun berusaha menyelamatkan diri dengan berenang menuju pantai. Meski terluka, Sukamto dan Sumono selamat setelah ditolong nelayan lain dan anggota SAR setempat.

“Kami kerahkan 25 personil dalam upaya penyelamatan para korban,” ujar Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Marjono.

Seiring perjalanan siklon Marcus mendekati pantai selatan, Marjono mewanti-wanti para nelayan untuk ekstra waspada saat melaut.  Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dampak siklon Marcus berlangsung hingga Senin (26/3).

“Pagi tadi sekitar pukul 09.00 siklon Markus memicu  ketinggian gelombang laut mencapai sekitar 2,75 meter,” jelasnya. Kondisi tersebut, lanjut Marjono, telah terdeteksi sejak tiga hari lalu.

Nelayan yang tak berani melaut pun pilih menambatkan kapal mereka di pantai. Beberapa kapal tanpa jangkar dipinggirkan dari air agar tak terseret ombak.

“Meski air pasang nyaris menyentuh bibir pantai, sebagian nelayan tetap beraktivitas seperti biasa,” ungkap Ngatino, nelayan Pantai Baron.

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem bukan pertama kali dialami nelayan. Dia mengklaim, para nelayan telah hapal dengan situasi dan cara mengatasinya. Karena itu, tinggi gelombang dua meter berani mereka terjang jika masuk waktu menangkap ikan.

sumber: emaritim

Senin, 26 Maret 2018

Kapal Roro Kayong Karam dan Terbalik di Pulau Gosong


Kapal RoRo Kayong malam tadi kandas di Pulau Gosong pada Selasa malam, kapal milik PT ALP tersebut berasal dari daerah Pelabuhan Tanjung Kalian Bangka menuju Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api (TAA).

Menurut informasi yang didapat eMaritim.com kapal tersebut saat ini dalam keadaan karam dan terbalik tepat 3 mil dari pelabuhan Tanjung Api-Api Palembang Sumatera Selatan.

Kepala PT ASDP Bangka pelabuhan Tanjung Kalian Wahyudi, membenarkan terjadinya musibah karam dan terbaliknya KM Kanyong.

Menurut dia, kapal mulai karam tadi malam (Selasa 20/2), dan baru terbalik tadi pagi. Namun sampai saat ini Wahyudi belum bisa memastikan penyebab karam dan terbaliknya KM Kanyong tersebut.
“Benar kejadiannya di pelabuhan Tanjung Api-api (TAA). mulai karam nya tadi malam, dan baru tergulingnya tadi pagi. Sampai saat ini kapalnya masih keliatan dan sedang di lakukan evakuasi,” ujar Wahyudi.

Sementara itu, Tagar, Kadiv Operasional Pelabuhan TAA, mengemukakan kapal itu berangkat dari pelabuhan Tanjung Kalian Bangka sekitar pukul 17.00 WIB sore.

Pada waktu perjalanan, kapal terhempas angin kencang dan gelombang laut yang cukup besar, sehingga mengakibatkan kapal bergeser keluar dari rute perjalanan.

Kapal akhirnya kandas di pulau Gosong yang jaraknya sekitar 3 mil dari pelabuhan penyeberangan TAA.

” Ini murni karena faktor alam yang mengakibatkan kapal bergeser keluar dari rute semestinya sehingga kapal kandas di pulau Gosong,” ujar Tagar.

Saat ini seluruh penumpang sudah dievakuasi ke kapal lainnya dan dalam keadaan selamat.

sumber: emaritim

Minggu, 11 Maret 2018

Menhub Minta Pemeriksaan Kapal Diperketat



Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta jajaran Syahbandar untuk melakukan pemeriksaan kapal lebih ketat. Kapal yang tak laik jalan diminta untuk tidak diizinkan berlayar.

Budi Karya mengungkapkan pihaknya menemukan pemeriksaan kapal yang kurang memadai di Pelabuhan Gresik kendati dokumen kapal mencantumkan kondisi kapal yang masih layak. Untuk itu, dia meminta Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di setiap pelabuhan untuk memeriksa langsung kondisi kapal di samping dokumen kapal.

Pasalnya, Syahbandar menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeriksaan kapal.

"Safety first itu mutlak. Kalau [kondisi kapal] tidak layak, tahan saja. Kalau bicara safety, kegiatan preventif itu lebih penting daripada nanti [ketika ada] kecelakaan, heboh," jelas Menhub usai memeriksa dua kapal yang curah bersandar di Pelabuhan Gresik, Jumat (9/3/2018).

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga beruoaya menggenjot produktivitas pelabuhan yang dikelolanya di wilayah Jawa. Budi Karya ingin pengelolaan pelabuhan lebih efisien dengan menambah peralatan.

Dia beralasan, di Pelabuhan Gresik, bongkar muat curah kering berlangsung dua hari dengan cara manual. Kemenhub akan mengevaluasi  apakah perlu dibuat aturan yang melarang penggunaan manual di beberapa pelabuhan tertentu.

"Dengan menambah alat kan jadi produktif. Investasinya bisa dari Pelindo atau dari pihak swasta," pungkasnya.

sumber: bisnis

Jumat, 09 Maret 2018

Kapal Kontainer Terbakar di Laut Arab, 1 Orang Tewas dan 4 Hilang


Kapal kontainer Maersk Line terbakar di Laut Arab pada Selasa 6 Maret. Akibatnya, seorang kru kapal tewas dan empat lainnya hilang.

Kapal tersebut terbakar pukul 15.20 GMT, sekitar 900 1.448 kilometer sebelah tenggara Salalah, Oman. Hal itu diungkapkan oleh perusahaan pelayaran kontainer terbesar di dunia tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pihak Maersk mengatakan, 23 kru kapal selamat, namun seorang di antaranya, warga negara Thailand, tak tertolong. Dia meninggal setelah dirawat di rumah sakit.

"Kondisi kesehatannya memburuk karena luka-luka yang diderita akibat kebakaran," demikian pernyataan Maersk, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/3/2018).

Api masih menyala di kapal tersebut hingga Rabu 7 Maret. Perusahaan masih menyelidiki penyebab kebakaran dan pencarian empat kru yang hilang masih berlanjut.

"Ini adalah kebakaran yang sangat serius. Pada tahap ini kita belum percaya sepenuhnya bahwa api disebabkan oleh kesalahan dalam konstruksi kapal," kata juru bicara perusahaan tersebut. 

Kapal Maersk itu diketahui dalam perjalanan dari Singapura menuju Suez. Dua kru yang dievakuasi mendapat  bantuan medis di kapal kontainer lain dalam perjalanan ke Kolombo, Sri Lanka.

Ada 27 kru di kapal tersebut, yakni 13 warga India, sembilan dari Filipina, dua warga Thailand dan masing-masing dari Rumania, Afrika Selatan dan Inggris.

Maersk tidak mengungkap identitas keempat kru yang hilang tersebut, namun keluarga mereka telah diberitahu.

sumber: inews

Rabu, 07 Maret 2018

Cucu Usaha Humpuss Beli Kapal Tanker Senilai US$ 8,7 Juta


PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) melalui cucu usahanya PT Hutama Trans Kencana (HTK2) melakukan pembelian kapal tanker pengangkut minyak bernama Sinar Emas. Transaksi terjadi pada 26 Februari 2018 dengan melakukan penutupan dan serah terima seluruh dokumen termasuk pelunasan pembayaran atas transaksi jual beli.

Asal tahu saja, investasi yang dikeluarkan HTK2 untuk pembelian kapal tersebut mencapai US$ 8,7 juta. Dari jumlah tersebut sebanyak US$ 6,9 juta berasal dari pendanaan perbankan melalui fasilitas kredit investasi pembelian kapan dan sisanya berasal dari induk usaha HTK2 yaitu PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

“HTK2 selaku pembeli dalam transaksi merupakan perusahaan terkendali perseroan dengan kepemilikan tidak langsung sebanyak 99,9% saham melalui anak perusahaan perseroan yaitu HTK. Dimana sebanyak 99,9% saham di HTK dimiliki oleh perseroan,” ujar Budi Haryono, Direktur HITS dalam keterbukaan informasi, Kamis (1/3).

Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud, namun berdasarkan nilai investasinya transaksi tersebut merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam peraturan No. IX.E.2, lampiran keputusan ketua Bapepam dan LK no Kep-614/BL/2011 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama.

“Karena nilai transaksi lebih dari 20% nilai ekuitas perseroan berdasarkan nilai yang tercantum dalam laporan keuangan teraudit perseroan untuk tahun buku 2016,” lanjutnya.

Namun transaksi tersebut merupakan transaksi material yang dikecualikan sebagaimana diatur di dalam Angka 3 juncto Angka 2 huruf j butir 1 peraturan IX.E.2, karena transaksi dilakukan oleh perusahaan terkendali atas aset yang digunakan secara langsung untuk kegiatan utama perusahaan terkendali.

sumber: kontan

Senin, 05 Maret 2018

Pengusaha Malaysia Kecam Kapal Pesiarnya Seharga Rp 3,5 Triliun Ditahan Polri di Bali


Polisi masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan warga Indonesia terkait kapal pesiar mewah senilai 250 juta dolar AS atau setara Rp 3,5 triliun.

Kapal itu disita oleh tim dari Bareskrim Mabes Polri di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali.

Kapal itu dicurigai bagian dari pencucian uang di Amerika Serikat, terkait skandal yang melibatkan Perdana Menteri Malaysia, M Nadjib.

Penyitaan kapal bernama Equanimity dengan panjang 100 meter tersebut dilakukan Polri bekerja sama dengan dinas investigasi federal AS, FBI, didampingi tim dari Pengadilan Negeri Denpasar, seperti dilaporkan oleh wartawan di Bali, Raiza Andini.

"Dari Amerika, FBI meminta bantuan kita untuk dilakukan penyitaan kapal mewah itu, dan sudah kami tangkap di wilayah Bali," paparnya ketika dikonfirmasi BBC, Kamis 1 Maret 2018.

Kapal itu tiba di Perairan Indonesia melalui Thailand pada bulan November 2017 silam.

Setyo Wasisto menambahkan bahwa kendati penyitaan kapal dilakukan di Bali, polisi Indonesia tidak melakukan penangkapan untuk kasus pencucian uang, hanya melakukan pemeriksaan terhadap para awak kapal.

"Para tersangkanya tidak ada di kapal, sudah ditangkap di Amerika. Hanya kapalnya masih kita segel di Bali, awaknya diamankan di Bali untuk menjalani pemeriksaan intensif, ditangani ditpolair (direktorat polisi air) Polda Bali, bekerjasama dengan FBI," tambahnya.

Menurutnya Setyo Wasisto, sejauh ini belum ada indikasi warganegara Indonesia yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Masih kita dalami ya apa ada keterlibatan orang kita dengan kasus ini," tandasnya.

Equanimity adalah kapal yacht yang terdaftar di Kepulauan Cayman, yang diduga dibeli oleh bankir Malaysia Jho Low atau Low Taek Jho, dengan menggunakan uang yang diselewaengkan dari badan investasi negara Malaysia, 1MDB.

Pengusaha Malaysia Mengecam

Low Taek Jho, pengusaha yang menjadi pusat dari skandal keuangan raksasa yang sedang diproses secara hukum di Amerika Serikat, belum dikenai dakawaan, namun pemrintah malaysia meminta Interpol untuk menangkapnya.

Aparat penegak hukum di Amerika Serikat berupaya menyita aset yang selurhnya bernilai 1,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp23 triliun yang mereka katakan bersumber dari penyalahgunaan dana 1MDB.

Dalam pernyataan tertulis ke berbagai media, Low Taek Jho mengecam penyitaan itu.

Menurutnya, Departemen Kehakiman AS tidak menunjukkan bukti yang memadai untuk meminta kepolisian indonesia menyita yacht mewahnya itu.

"Sangat mengecewakan, bahwa dengan tuduhan-tuduhan yang cacat dan bermotif politik, Departemen Kehakiman terus saja melanjutkan langkah-langkah yang sepenuhnya dilandaskan pada tuduhan penyelewengan yang tak berdasar."

Berdasarkan dokumen gugatan perdata di Amerika, aset tersebut antara lain berupa pesawat jet pribadi, hotel dan rumah di New York, yang diduga dibeli oleh Low, selain kapal yang disita di bali itu.

Low dituduh menggunakan dana 1MDB untuk membeli lukisan Picasso senilai 3,2 juta dolar AS yang dihadiahkan kepada aktor Hollywood Leonardo DiCaprio.

Ia juga diduga memberi perhiasan dengan nilai total 9 juta dolar AS untuk model Australia, Miranda Kerr.

Baik DiCaprio maupun Kerr telah mengembalikan hadiah tersebut kepada pihak berwenang dan berjanji bekerja sama dengan penyelidik.

Aparat penegak hukum di Amerika mengatakan mereka berupaya menyelidiki pelanggaran pidana yang terkait dengan transaksi 1MDB.

1MDB didirikan oleh Perdana Menteri Najib Razak dan saat ini menghadapi penyelidikan pencucian uang di setidaknya enam negara, termasuk Amerika, Swiss, dan Singapura.

Dugaan penyalahgunaan dana 1MDB oleh sejumlah pejabat mencapai 4,5 miliar dolar AS, menurut gugatan di AS.

Skandal ini menyeret nama PM Razak namun dalam berbagai kesempatan ia menegaskan tidak bersalah.

sumber: tribunnews 

Minggu, 04 Maret 2018

PT Pelni Tandatangani MoU dengan 3 Perusahaan BUMN



PT Pelni (Persero) jalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan BUMN, diantaranya Perum Damri, PT RNI (Persero), dan Perum PFN. Jalinan kerja sama dengan ketiganya dibuktikan dengan penandatanganan memorandum of understanding(MoU) yang dilakukan di atas KM. Kelud  PT Pelni yang sandar di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (2/3/2018). 

Upaya sinergi BUMN antara Pelni, Damri, RNI dan PFN semakin istimewa karena dihadiri oleh Deputi Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang yang didampingi oleh Asisten Deputi KSPP Dewi Aryani.

Penandatanganan dilakukan oleh masing-masing direksi, antara lain Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L Tobing, Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi PT RNI Agung P Murdanoto, Direktur Utama Perum Damri Setia N. Milatian Moemin dan dari Perum PFN Mohamad Abduh selaku Direktur Utama.

Corporate Secretary PT Pelni Ridwan Mandaliko meyakini bahwa dengan melakukan sinergi sesama BUMN diharapkan sesama perusahaan BUMN akan bertumbuh lebih cepat karena jalinan bisnis didukung penuh oleh Kementerian BUMN.

"Tanpa dorongan dari Kementerian BUMN untuk terus membangun sinergi BUMN, saya rasa perusahaan BUMN yang masih di level menengah sulit untuk cepat merangkak naik. Tapi sejak Pemerintah melalui Kementerian BUMN mengajak semua perusahaan BUMN untuk bersinergi, arah pertumbuhan bisnis Pelni semakin baik dan ini bagus melihat besarnya tantangan yang hadir di depan mata," ujar Ridwan Mandaliko, yang sebelumnya berkeliling sebagai kepala cabang kantor Pelni di sejumlah wilayah.

Ridwan mencoba merinci, bahwa sinergi Pelni dengan RNI dan Damri merupakan kesepakatan bisnis di bidang logistik, yang turunannya dapat melebar ke segala lini kegiatan ketiga perusahaan tersebut. Pelni sendiri memiliki anak usaha yang bergerak di sektor bongkar muat yaitu PT Sarana Bandar Nasional.

Pelni saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang dan 46 kapal perintis yang menjangkau  begitu banyak kota besar maupun daerah terpencil di Nusantara. Selain itu Pemerintah juga mempercayai Pelni untuk menyediakan layanan angkutan logistik berupa Kapal Tol Laut, baik kapal barang maupun kapal angkutan ternak.

sumber: emaritim

Jumat, 02 Maret 2018

Scavenge Fire Berakibat Fatal Pada Piston Rod Serta Berpotensi Kebakaran


Terbakarnya Carbon deposit ( sisa sisa carbon ) dan sisa sisa minyak kotor di bagian atas dari pada Scavenging air box dapat karena Blow by (lolosnya) sisa carbon yang menumpuk dalam waktu agak lama dalam bentuk lumpur sisa yang berwarna hitam pekat ataupun bukan karena blow by tetapi karena pembakaran yang lambat didalam Cylinder yang mengakibatkan pengabutan didalam cylinder berlangsung tidak sempurna sehingga semprotan bahan bakar  tidak tepat.

Terbakarnya Carbon deposit juga disebabkan adanya Blow Back atau hembusan balik melalui lubang udara bilas sehingga mengakibatkan tidak tepatnya pengaturan dari Exhaust Cam Disc, terjadinya back pressure didalam system gas buang ( exhaust gas system ).

Bila jumlah deposit terlalu banyak maka ini akan sangat  berbahaya pada protection grid ( yang berfungsi sebagai saringan gas buang dari Engine ke Turbocharger ), Nozzle Ring dan Tubine Blades sehingga tekanan balik ( back pressure ) setelah Turbocharger harus dijaga agar tidak melebihi dari 300 mm .

Yang sangat berbahaya manakala ada percikan terbakarnya carbon deposit jatuh kedalam sisa sisa minyak kotor ( oil sludge ) maka  sisa minyak akan terbakar dan  didalam ruangan udara bilas ( piston under side ) temperatur menjadi sangat tinggi dan dapat berakibat fatal pada Piston Rod dan sangat mungkin juga akan mempengaruhi tension dari pada baut baut disekitarnya.

Sangat dianjurkan untuk dalam dinas jaga harus di observasi secara berkala masing masing Cylinder agar tidak terjadi gejala terjadinya Scavenge Fire dan bila alarm kebakaran berbunyi karena ada kebakaran diruang udara bilas ( scavenge fire ) mesin akan turun putarannya secara otomatis menjadi perlahan ini disebabkan karena Safety device dari Engine mulai teraktivasi dan di situlah kita akan dituntut ketelitian kita dengan sungguh sungguh mencari ruang udara bilas yang  manakah telah terjadi kebakaran?

Dan untuk selanjutnya adalah analisa sementara mengenai keadaan itu karena hampir dapat dipastikan setelah kita buka cover piston under side akan terlihat tumpukan minyak kotor baik lub oil dan fuel oil yang tergenang karena bila sudah terlalu banyak deposit  deposit akan menutup lubang drain  minyak kotor ke tangki minyak kotor.

Dari keadaan diatas bila dikapal terjadi Scavenge Fire hal yang harus dilakukan antara lain ialah sebagai berikut:

1.Mengurangi kecepatan kapal menjadi SLOW dan meminta ijin ke anjungan untuk STOP

2. Ketika Engine telah stop maka semua pompa baik bahan bakar dan minyak lumas harus segera distop, termasuk primary pump na baik untuk bahan bakar maupun minyak lumasnya.

3. Kita tutup  semua damper yang berhubungan dengan pipa udara (air pipe ) setelah blower.

4. Kita bersihkan dry deposit ( karbon ) dan sludge dari seluruh piston under side masing masing cylinder

5. Bersihkan dan periksa Piston Rod,Stuffing Box dan yang berhubungan

Demikianlah betapa berbahayanya dan sangat mengganggu operasional kapal bila Ruang udara bilas terjadi kebakaran  karena kelalaian kita dalam merawatnya.

Dalam hal ini perlu juga diperhatikan: Pada saat kebakaran atau sesaat setelah Engine di Stop dilarang berdiri dekat pintu Crankcase dan Relief valves karena ditakutkan bila terjadi Crankcase Explosion api akan dengan tiba tiba menyambar dan membakar.

sumber: emaritim 

Rabu, 28 Februari 2018

Diburu Pemerintah AS, Kapal Pesiar Senilai Rp 3,5 Triliun Disita di Bali


Mabes Polri menyita sebuah kapal pesiar senilai 250 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,5 triliun di Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (28/2/2018). Tindakan ini dilakukan atas permintaan pemerintah Amerika Serikat. Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Mabes Polri Daniel Pahimonang Silitonga mengatakan, kapal tersebut merupakan hasil pencucian uang korupsi di AS. "Kasusnya di Amerika. Kapal ini hasil pencucian uang dalam kasus korupsi yang dipakai membeli kapal layar," kata Daniel, Rabu.

Otoritas hukum Amerika Serikat mendeteksi kapal ini masuk perairan Indonesia sejak November tahun 2017. Mereka kemudian melakukan koordinasi dengan penegak hukum Indonesia untuk melakukan penyitaan. "Keputusan sita dari pengadilan terbit sejak kemarin," ungkapnya.

Sejauh ini, masih dilakukan penyelidikan pemilik kapal dan yang menangani kapal tersebut selama di Indonesia. Dari hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan benda mencurigakan lainnya. "Ini hanya kapal pesiar tidak ditemukan benda-benda lain," tuturnya.

sumber: kompas

Selasa, 27 Februari 2018

Menimbang Kembali Asuransi Kapal


Dalam lima hari,lima kapal kena musibah. Di perairan Selat Bangka, KM Tri Star I tenggelam, Kamis (28/12). Pada waktu hampir bersamaan, KM Nur Budiman juga tenggelam di perairan Luwuk, Kab Banggai, Sulteng.

Di Pelabuhan Merak, Banten, kapal feri Nusa Setia Jakarta terdampar. Terakhir, KM Senopati Nusantara dan kapal kayu Bunga Anggrek tenggelam di perairan Jepara. Masih ada kapal lain mengalami kecelakaan yang tidak terdeteksi media massa.



Yang lebih mengenaskan adalah kecelakaan yang menimpa kapal penumpang karena mengancam banyak jiwa manusia. Padahal belum hilang dalam benak kita, KMP Lampung hangus terbakar di Pelabuhan Merak, 16 November.

Belum ada informasi berapa kerugian yang ditanggung oleh perusahaan asuransi akibat kecelakaan tersebut. Yang pasti, perusahaan asuransi yang memberikan jaminan asuransi rangka kapal (marine hull) dan asuransi pengangkutan barang (marine cargo) harus lebih berhati-hati.

Ramalan cuaca oleh BMG tentang kondisi perairan Indonesia beberapa hari ke depan, membuat beberapa perusahaan asuransi/reasuransi menghentikan jaminan asuransi kapal dan pengangkutan barang untuk sementara waktu. Ini sejalan dengan maklumat pemerintah yang melarang kapal berlayar di wilayah berbahaya beberapa hari ke depan.

Risiko asuransi

Ada perusahaan asuransi yang kapok menjual jaminan asuransi kapal. Harus diakui bahwa menanggung risiko kapal adalah tinggi. Berbeda dengan gedung, sebagai bangunan statis, yang risiko kerusakannya lebih bisa dikontrol. Inilah yang menyebabkan tarif premi (rate) asuransi kapal jauh lebih tinggi daripada asuransi harta benda.

Jika terjadi kecelakaan kapal, perusahaan asuransi bisa rugi hingga tiga kali lipat dari harga kapal. Berbeda dengan asuransi mobil. Sebuah mobil seharga Rp1 miliar, jika hilang, maka perusahaan asuransi hanya akan mengeluarkan duit sebesar Rp1 miliar.

Tingginya risiko ini membuat jaminan standar asuransi rangka kapal, tidak ada jaminan all risks. Berbeda dengan asuransi harta benda, asuransi rangka kapal hanya memberikan jaminan berbentuk named perils. Artinya hanya risiko-risiko tertentu, seperti kebakaran, ledakan, kandas, tenggelam dan lainnya.

Banyak faktor penyebab kapal mengalami kecelakaan. Beberapa kecelakaan kapal akhir-akhir ini, hampir bisa dipastikan akibat kondisi cuaca buruk (heavy weather). Namun cuaca buruk tidak boleh selalu menjadi kambing hitam.

Faktor lain yang memperburuk kecelakaan adalah banyak kapal yang sudah tua, ketidakpatuhan terhadap regulasi, dan faktor manajemen pelayaran yang amburadul.

Tidak sedikit kapal tua di Indonesia. KMP Lampung misalnya, dibuat tahun 1971. Kapal seumurannya masih banyak ditemukan di perairan Indonesia.

Kapal-kapal eks Jepang, akan banyak dijumpai. Alasan tidak adanya batas umur ini salah satunya karena prinsip “yang penting kapal dirawat dengan baik”.

Alasan ini tidak sepenuhnya tepat. Bagaimanapun kapal tua, dari sisi kekuatan struktur pasti mengalami penurunan. Juga mesin dan perlengkapan lainnya lebih ketinggalan dibandingkan dengan kapal-kapal baru dengan teknologi yang lebih mutakhir.

Namun jika batasan umur diberlakukan, misalnya maksimal 25 tahun, banyak perusahaan pelayaran nasional bakal gulung tikar. Padahal di sisi lain, pemerintah sedang menggalakkan Inpress No.5/2005 tentang pemberdayaan industri pelayaran nasional.

Ini tidak kemudian harus menjadi pembenar atas pelanggaran-pelanggaran aturan. Ketegasan regulator adalah keharusan.

Pemerintah membuat aturan bahwa kapal berbendera Indonesia dengan panjang minimal 20 meter atau mesin minimal 250 PK atau minimal 100 GT (gross tonnage), harus diklaskan di Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Tengoklah di perairan Indonesia, masih banyak kapal yang tidak dikelaskan meskipun memenuhi persyaratan tersebut. Dengan santainya kapal-kapal tersebut melenggang keluar-masuk pelabuhan. Harusnya tegas, jika tidak dikelaskan BKI, maka tidak boleh berlayar.

BKI adalah instansi yang bertugas melakukan survei dan memberikan sertifikasi kapal. Di mata pelaku industri asuransi, BKI juga bukan tanpa ‘masalah’. Underwriter perusahaan asuransi lebih suka kapal diklaskan oleh biro klasifikasi asing anggota International Association of Classification Societies. Ini bukan tidak nasionalis, tetapi ini belajar dari pengalaman. Masih bisa dijumpai, kapal klas BKI tapi kondisinya seperti kapal tidak klas.

Indonesia banyak meratifikasi regulasi maritim internasional. Dalam hal keselamatan di laut misalnya, negara kita mengikuti aturan SOLAS (safety of life at sea). Juga tentang sertifikasi International Safety Management (ISM) Code. Setiap kapal di atas 500 GT, harus mengantongi sertifikat ISM ini.

Apakah semua patuh? Sudah bisa ditebak jawabannya, tidak. Padahal sertifikat ini sangat penting untuk menjamin bahwa kapal dan operator di darat telah mengikuti aturan manajemen keselamatan pengoperasian kapal.

Belum lagi persoalan pelanggaran muatan. Tidak jarang kita dengar kapal mengalami kecelakaan karena kelebihan beban. Persoalan ini tentu syahbandar yang paling bisa menjawabnya.

Contoh lain, bagaimana mungkin bisa hydrant di KMP Lampung macet sehingga kapal terpanggang habis. Ini sebagian ilustrasi kondisi kapal-kapal kita sehingga faktor manajemen harus juga menjadi perhatian utama oleh industri asuransi.

Sinergi & disiplin

Persoalan yang dihadapi perusahaan asuransi kapal dan pengangkutan laut tidak semata-mata di atas. Persaingan tarif premi juga merambah bisnis asuransi ini. Masih ada yang banting harga demi merebut bisnis, padahal peluang klaim cukup tinggi.

Sejak tahun 2001 hingga 2005, rasio klaim (perbandingan jumlah klaim dan jumlah premi) asuransi kapal sebesar 54,5%. Angka ini lebih tinggi daripada rasio klaim asuransi harta benda (43,5%) dan asuransi kendaraan bermotor (40,5%).

Keterbatasan kemampuan dan kehati-hatian/kedisiplinan (prudent) para underwriter juga menjadi persoalan dalam menjalankan bisnis asuransi ini. Ditambah lagi, polis dan hukum yang digunakan dalam penyelesaian klaim lebih banyak mengacu ke hukum dan kebiasaan di Inggris.

Untuk ke depan, sinergi antara Departemen Perhubungan, biro klasifikasi, pemilik/operator kapal, industri asuransi, dan pihak lain terkait diharapkan mampu mendukung terciptanya iklim industri pelayaran yang lebih baik. Masing-masing bertindak secara disiplin terhadap aturan yang seharusnya dijalankan.

Tidak hanya menguntungkan industri asuransi, tetapi semua pihak akan diuntungkan, terutama masyarakat sebagai pengguna transportasi laut. Kondisi kapal yang laik laut dengan manajemen yang handal, tidak cuma akan memberi rasa aman bagi penggunanya dan juga industri asuransi. Pemilik/operator juga bisa mendapatkan imbal balik dari perusahaan asuransi berupa potongan premi dan pelayanan yang lebih baik.

Kita memang tak bisa berbuat banyak apabila kecelakaan kapal akibat cuaca buruk. Tapi menjadi konyol jika kecelakaan itu terjadi karena ketidakdisiplinan pihak-pihak yang seharusnya menjalankan tugas secara semestinya.

sumber: Bisnisindonesia, 4/1/2007

Kamis, 22 Februari 2018

Tongkang Malaysia Membawa Kontainer 4 Tier dari Dumai

                                          Gambar Ilustrasi

Tongkang berbendera Malaysia merambah muatan ekspor Indonesia dari pelabuhan Dumai dengan tujuan Port Klang. PT Energi Sinar Mas yang merupakan shipper dari muatan tersebut pada awalnya memakai kapal Indonesia untuk mengangkut muatan tersebut, tetapi semenjak Januari 2018 berganti menjadi tongkang Malaysia yang muncul dan mengangkut muatan Oleokimia tersebut dari Dumai.

Pelayaran Dumai  ke Plort Klang bisa ditempuh dalam waktu normal sekitar 20 jam. Hal menarik selain yang digunakan adalah Tongkang Malaysia untuk mengangkat kontainer sampai 4 tier tersebut adalah tidak terlihatnya Container Securing System dilakukan diatas tongkang tersebut layaknya kapal yang mengangkut kontainer.

Fix Securing dan Movable Securing System tidak tampak diatas tongkang berbendera Malaysia tersebut, mulai dari Container shoe, Lasing bar, Twist Lock dan lainnya. Hal seperti ini akan mudah terlihat dengan mata pengawas pelabuhan sebelum kapal tersebut mendapatkan ijin berlayar. Dan sudah sepantasnya hal seperti ini menjadi perhatian bersama demi keselamatan pelayaran semua kapal termasuk tongkang Ipin Upin berbendera Malaysia tersebut.

sumber: emaritim

Selasa, 20 Februari 2018

Gabungkan Shipyard-Shipyard Kecil Supaya Lebih Efisien


Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera melihat bahwa pemulihan sektor industri galangan kapal dapat dimulai dengan melakukan restrukturisasi industri.

“Misalnya dengan menggabungkan perusahaan-perusahaan shipyard berskala kecil agar lebihi efisien dan memiliki kapabilitas lebih baik untuk memenuhi permintaan,” kata Gusti belum lama ini.

Saran ini juga sudah termasuk dalam melakukan proses maintenance (perbaikan,red) kapal serta mendorong penggunaan teknologi tinggi dalam proses produksinya.

“Sehingga memiliki kemampuan dalam memproduksi jenis ragam kapal termasuk termasuk kapal komersial,” katanya lagi.

Kapal-kapal komersial tersebut seperti kapal pesiar dan kapal penumpang dalam jumlah dan ukuran besar.”Dengan demikian mengurangi ketergantungan terhadap permintaan kapal dari industri migas,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo juga telah berjanji akan membantu shipyard untuk pulih dari krisis yang tengah dialami akibat lesunya ekonomi global.

BP Batam kata Lukita telah memasukkan program pemulihan shipyard dalam periode 100 hari kerja. Pihaknya akan mengajak pengusaha galangan kapal untuk berdialog. Tujuannya untuk mengetahui kebutuhan dan kebijakan yang bisa membantu shipyard untuk kembali bergairah.

“Apa perlu insentif dari BP Batam dan pihak lain. Itu yang perlu kami tahu. Saya siap bantu shipyard,” ujarnya.

Ia juga mengatakan jika sektor galangan kapal butuh insentif, maka mereka siap memberikannya.”Jika insentif yang dibutuhkan sejauh ini berada di bawah kewenangan BP Batam, maka akan dibantu,” janjinya.

sumber: batampos

Minggu, 11 Februari 2018

Fasilitas Chamber MTI semakin Diminati Pasar Pelabuhan Tanjung Priok


Kendati perusahaan Halal Logistic & Cold Storage di pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan cabang IPC Logistic Services atau PT Multi Terminal Indonesia (MTI) baru berjalan setahun sejak bulan Februari 2017. Namun fasilitas chamber (ruang pendingin) di perusahaan tersebut semakin diminati pasar.

Terbukti keberadaan fasilitas 19 chamber yang ada di Halal Logistic & Cold Storage MTI pelabuhan Tanjung Priok telah dipenuhi komoditi yang membutuhkan fasilitas pendingin, antara lain komoditas buah Apel dan Anggur, serta beberapa jenis sayuran.

“Sebagai cold storage berlabel halal, tentu buah dan sayuran termasuk dalam katagori positif halal. Sedangkan khusus komoditi daging sapi, masih tergantung kuota impor dan situasi menjelang Hari Raya Lebaran,” jelas Sucahyo, GM Halal Logistic & Cold Storage MTI kepada Maritimnews, Selasa (06/2).

Saat ini fasilitas chamber yang dimiliki MTI berkapasitas 75 ton per ruangan tidak sanggup lagi menampung permintaan pasar. Artinya kewalahan menampung komoditi yang butuh fasilitas pendingin di pelabuhan Tanjung Priok, terbukti sebanyak 19 chamber total kapasitas 1.425 ton fully loaded.

Bahkan ada dua perusahaan telah menandatangani kesepakatan memenuhi kapasitas chamber, apabila MTI punya yang baru. “Perusahaan mitra diseleksi ketat, mitra kerja harus bonafid berkwalitas bukan yang sekedar membutuhkan chamber,” ujar Cahyo.

“Kami akan menambah fasilitas gudang baru seluas 1.200 meter dengan empat chamber kapasitas 230 ton per ruangan. Fasilitas ditargetkan beroperasi akhir tahun 2018, chamber baru untuk memenuhi permintaan pasar di pelabuhan Tanjung Priok yang semakin meningkat,” pungkasnya.

sumber: maritimnews

Rabu, 07 Februari 2018

Kapal Pesiar Inggris Berlabuh di Paumako Mimika


 Sebuah kapal pesiar Inggris bernama La Familia berlabuh di perairan Paumako, Distrik Mimika Timur, Selasa pagi, 6 Februari 2018. Kapal pesiar ini baru selesai mengunjungi Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Kepala Kantor Imigrasi Klas IIB Tembagapura Jesaja Samuel Enock mengatakan, kapal pesiar itu diawaki 14 orang, yaitu 12 orang berkewarganegaraan Inggris dan dua orang masing-masing berkewarganegaraan Selandia Baru dan Filipina.

Adapun penumpang kapal pesiar sebanyak tujuh orang. Enam orang di antaranya berkewarganegaraan Rusia dan seorang lain berkewarganegaraan Inggris.


"Kami sudah mengutus staf ke Pelabuhan Paumako untuk memeriksa semua dokumen keimigrasian awak kapal maupun wisatawan yang menumpang kapal itu," katanya, di Timika.

Kapal pesiar yang berasal dari George Town Inggris itu memiliki panjang 55 meter. Informasi yang dihimpun menyebut kapal itu rencananya akan berlabuh di Paumako Timika hingga Kamis, 8 Februari 2018.

Para wisatawan yang menumpang kapal pesiar ini berencana berwisata di sekitar Timika menggunakan armada helikopter. "Selama para wisatawan melakukan tur, semua awak kapal tetap tinggal di kapal. Sebelum kegiatan tur wisata itu, semua dokumen keimigrasian mereka harus lengkap," tuturnya.

sumber: tempo

KNKT Investigasi 34 Kecelakan Kapal di Tahun 2017


Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)  lembaga nonstruktural di lingkungan Kementerian Perhubungan yang bertanggung jawab ke Menteri Perhubungan hari ini merelease hasil kinerja selama tahun 2017. Jumlah kecelakaan transportasi pelayaran lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya 2016. 

Plt. Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Pelayaran Haryo Satmiko menyampaikan total kecelakaan pelayaran yang di investigasi oleh KNKT di tahun 2017 sebanyak 34 kecelakaan, ini lebih besar dibandingkan dengan tahun 2016 yang hanya sebanyak 18 kecelakaan.

Menurut Haryo dari jumlah total kecelakaan kapal yang di investigasi oleh KNKT ada 6 kapal yang tenggelam, 14 kapar terbakar atau meledak, 6 kapal tubrukan, 6 kapal kandas, dan 2 lainnya yang belum diketahui oleh KNKT.

“korban jiwanya dalam kecelakaan pelayaran 2017 ini ada 42 orang yang meninggal dunia atau hilang, dan 2 korban luka-luka,” ungkapnya

Di tahun 2017 KNKT telah investigasi sebanyak 29 kapal Indonesia, serta 5 investigasi dan 1 perbantuan investigasi kapal asing bekerjasama dengn TSIB Singapore, Mardep Hongkong, JTSB Japan, Mardep Malaysia.

Menurut data yang disampaikan Haryo dalam pemparannya menunjukkan di sekitar perairan Sumatera ada 1 kapal tenggelam di Selat Malaka, 1 kapal Tubrukan di Selat Singapura, 1 kapal kandas di Selat Karimata, 1 lainnya di Sungai Musi.

Kecelakaan di Pulau Jawa 5 kecelakaan di Selat Sunda yang terdiri dari 2 kapal terbakar, 2 kapal senggolan, dan 1 kapal kandas. Sementara di laut Jawa terjadi 10 kecelakaan pelayaran yang terdiri dari 6 kapal terbakar, 2 kapal tenggelam, 1 kapal kandas, dan 1 kapal tubrukan.

Selat Lombok ada 1 kapal yang kandas, dan di laut Flores ada 1 kapal yang tenggelam.

Di Kalimantan ada 1 kapal tubrukan di sungai Kapuas, 1 kapal tubrukan di sungai Mentaya, 1 kapal tenggelam di sungai Barito.

Selat Makassar ada 4 kapal terbakar, 1 tengggelam, dan 1 lainnya. Sementara di laut Maluku ada 1 kapal terbakar, di laut Seram ada 1 kapal kandas, dan di laut Banda ada 1 kapal terbakar dan 1 kapal kandas.

Menurut Haryo dalam capaian kerja 2017 KNKT, ada 4 investigasi telah final, 8 draft laporan final, dan 22 draft laporan yang masih pendahuluan.

Kasus kecelakaan kapal yang menonjol terjadi pada kapal angkutan penumpang tradisional seperti KM Zahro Express dan Speed Boat Sri Rejeki Baru. “untuk kasus kebakaran kapal 50% di dominasi oleh kapal Ro-Ro penumpang dan kapal penumpang,” jelasnya. 

sumber: emaritim

Senin, 05 Februari 2018

Diduga Dibajak, Kapal Tanker dengan 22 Pelaut Asal India Hilang

                                          Ilustrasi: Kapal tanker

Sebuah kapal tanker yang membawa 22 kru asal India telah hilang di Afrika Barat, di perairan yang kerap terjadi pembajakan.

Otoritas India pada Minggu (4/2/2018) menyatakan kapal MT Marine Express yang terdaftar di Panama itu membawa 13.500 ton minyak, dan telah berlabuh di kota Cotonou, Benin, sebelum pihak berwenang kehilangan kontak dengan kapal tersebut pada Kamis (1/2/2018).

Benin merupakan sebuah negara yang terletak di Teluk Guinea, Afrika Barat.

"Misi kami di Abuja (Nigeria) bersama dengan otoritas di Benin dan Nigeria untuk membantu mencari kapal dan memantau situasi," ujar juru bicara menteri luar negeri India, Ravees Kumar.

Kapal tersebut mengangkut minyak senilai 8,1 juta dollar Amerika Serikat atau Rp 109 miliar.

Perusahaan pelayaran Anglo-Eastern yang berbasis di Hong Kong, yang mengelola kapal tanker tersebut, mengatakan kontak terakhir dengan awak kapal dilakukan pada Kamis lalu.

"Pihak berwenang sudah diperingatkan dan menanggapinya. Prioritas utama kami adalah keamanan awak kapal, yang keluarganya telah dihubungi," tulis pernyataan perusahaan di Twitter.

Laporan media lokal mengatakan, kapal kedua itu hilang dari daerah tersebut pada bulan lalu.

Pada Januari lalu, kapal MT Barret juga dilaporkan hilang. Kru kapal yang kebanyakan berasal dari India berhasil dibebaskan enam hari kemudian, setelah membayar sejumlah uang tebusan.

Beberapa kapal memang telah menjadi target bajak laut di Teluk Guinea, yang secara serius mengganggu rute pelayaran internasional dan merugikan miliaran dollar.

sumber: kompas 

Kamis, 01 Februari 2018

Bongkar Muat Pelabuhan Baubau Tahun 2017 Capai 18.000 Unit


Telah memasuki tahun 2018, diharapkan aktivitas bisnis meningkat dari tahun sebelumnya, Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Murhum Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang tahun 2017 mencapai 18.000 unit lebih.

Jumlah itu, dibandingkan dengan tahun 2016 terjadi peningkatan yang hanya sebesar 13.000 unit lebih dengan hitungan tiba dan berangkat.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas I Baubau, M Tohir, di Baubau, Kamis (4/1/2017) mengatakan, setiap bulannya peti kemas yang tiba maupun berangkat mencapai ratusan unit.

"Ada beberapa perusahaan yang mengelola peti kemas, seperti Spil, Mentari, Sril termasuk kapal tol laut," ujar M Tohir seperti dikutip dari Industri.co.id.

Ia mengatakan, aktivitas peti kemas dalam melakukan bongkar muat disesuaikan dengan kondisi kapal. Termasuk dalam beraktivitas diterminal peti kemas diharuskan mengutamakan keselamatan agar tidak membahayakan.

"Kami mengingatkan agar selalu berhati-hati karena kontainer bukan barang enteng. Makanya sebelum beraktivitas kami selalu mengimbau agar tidak lupa memeriksa peralatan, baik mesin maupun kelengkapan lainnya," ujarnya. 

sumber: emaritim 

Rabu, 31 Januari 2018

Ditjen Hubla Keluarkan Maklumat Pelayaran, Ini Isinya


Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali mengeluarkan maklumat pelayaran yang ditujukan untuk semua pihak baik para petugas di lapangan, operator kapal maupun masyarakat pengguna jasa transportasi laut agar mewaspadai cuaca ekstrim di perairan Indonesia khususnya dalam tujuh hari ke depan.

Maklumat Pelayaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 12/I/DN-18 tanggal 29 Januari 2018 tentang waspada bahaya cuaca ekstrim dalam tujuh hari ke depan yang ditandatangani oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Capt. Jhonny R. Silalahi.

"Maklumat Pelayaran tersebut memerintahkan kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terutama para Kepala Syahbandar Utama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP), Kepala Kantor Pelabuhan Batam, para Kepala Pangkalan PLP dan Kepada Distrik Navigasi di seluruh Indonesia agar tetap mewaspadai adanya cuaca ekstrim dan gelombang tinggi yang masih terjadi di sebagian wilayah perairan Indonesia, khususnya dalam waktu tujuh hari ke depan," ujar Capt. Jhonny.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), diperkirakan tujuh hari ke depan yaitu mulai tanggal 28 Januari s,d,  3 Februari 2018  akan terjadi cuaca ekstrim dan hujan lebat di beberapa perairan di Indonesia dengan tinggi gelombang antara 4.0 meter sampai dengan 7.0 meter.

Cuaca ekstrim  dengan tinggi  gelombang 4.0 s.d 6.0  meter dan hujan lebat akan terjadi peraiaran Selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah, Selat Bali Bagian Selatan, Selat Badung, Perairan Selat Sumbawa, Samudera Hindia Selatan NTT, Perairan Selatan Kupang-P. Rote, Laut Timor Selatan NTT, Peraiaran Kep Babar, Peraiaran Kep. Sermata, Laut Arafuru.

"Sedangkan tinggi gelombang antara 6.0 s.d 7.0 meter akan terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan Bali dan NTB," ujar Capt. Jhonny.

Untuk itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktur KPLP menginstruksikan agar seluruh Syahbandar untuk terus melakukan pemantauan ulang (meng-up to date) kondisi cuaca setiap hari melalui website www.bmkg.go.id  serta menyebarluaskan hasil pemantauan dengan cara membagikan kepada para pengguna jasa serta memampangkannya di terminal-terminal atau tempat embarkasi dan debarkasi penumpang kapal.

"Apabila kondisi cuaca membahayakan keselamatan kapal, maka Syahbandar harus menunda pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sampai kondisi cuaca di sepanjang perairan yang akan dilayari benar-benar aman", jelas Capt. Jhonny.

Selain itu, kepada seluruh operator kapal khususnya para Nakhoda agar melakukan pemantauan kondisi cuaca sekurang-kurangnya 6 (enam) jam sebelum kapal berlayar dan melaporkan hasilnya kepada Syahbandar saat mengajukan permohonan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Dan selama pelayaran di laut tersebut, Nakhoda wajib melakukan pemantauan kondisi cuaca setiap 6 (enam) jam dan melaporkan hasilnya kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) terdekat serta dicatatkan ke dalam log-book.

“Jika kapal dalam pelayaran mendapat cuaca buruk, kapal tersebut harus segera berlindung di tempat yang aman dan segera melaporkannya kepada Syahbandar dan Stasiun Radio Pantai  (SROP) terdekat dengan menginformasikan posisi kapal, kondisi cuaca, kondisi kapal serta hal penting lainnya," ujar Capt. Jhonny.

Selanjutnya, kepada seluruh Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) dan Kepala Distrik Navigasi untuk tetap mensiap-siagakan kapal-kapal Negara (Kapal Patroli/Kapal Perambuan) dan segera memberikan pertolongan jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kapal.

“Kepala SROP dan Nakhoda Kapal Negara diimbau untuk selalu melakukan pemantauan dan penyeberluasan kondisi cuaca dan berita marabahaya. Dan apabila terjadi kecelakaan di laut maka Kepala SROP dan Nakhoda kapal harus segera berkoordinasi dengan Pangkalan PLP untuk selanjutnya dapat melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Komando Pengendalian dan Operasional (Poskodalops) serta Kantor Pusat Ditjen Hubla” ujar Capt. Jhonny.

Dengan dikeluarkannya Maklumat Pelayaran ini diharapkan seluruh jajaran Ditjen Hubla khususnya para petugas di lapangan dapat lebih meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan pelayaran serta mengantisipasi kecelakaan akibat cuaca esktrim yang terjadi akhir-akhir ini.

sumber: emaritim