Senin, 19 November 2018

IPC TPK Tambah 4 Layanan Kapal



PT. IPC Terminal Peti Kemas (TPK)-anak usaha PT. Pelabuhan Indonesia II, menerima tambahan empat layanan kapal (ship call) sepanjang 2018 pada tiga area terminalnya dari enam area terminal peti kemas yang dikelola perseroan.

Arif Rusman, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK mengatakan empat ship call baru itu yakni; Yang Ming Lines dan Wan Hai Lines di area TPK pelabuhan Panjang Lampung, Icon Lines di TPK Palembang, dan pelayaran Tempuran Emas. tbk (Temas Line) di TPK Pontianak.

"Penambahan empat ship call itu mengkontribusi pertumbuhan volume dan produktivitas peti kemas IPC TPK sepanjang tahun ini,"ujarnya dikonfirmasi Bisnis, Minggu (18/11/2018).

Arif mengatakan hingga triwulan ke III/2018 perseroan telah melayani bongkar muat peti kemas ekspor impor maupun antarpulau sebanyak 888.178 twenty foot equivalent units (TEUs) atau naik 3% dibanding periode yang sama 2017 sebanyak 861.220 TEUs.

Arus peti kemas itu, imbuhnya, berasal dari enam area terminal peti kemas yaitu TPK Pontianak, Palembang, Panjang, Jambi,Teluk Bayur, dan Tanjung Priok.

Dia mengatakan perseroan mendapat penugasan mengoperasikan sepenuhnya fasilitas terminal petikemas di lingkungan Pelindo II/IPC sejak awal 2018, namun tidak termasuk di Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), dan New Priok Container Terminal-One (NPCT-1).

Sejak awal tahun ini, perseroan telah mengoperasikan terminal petikemas pada lima cabang pelabuhan Pelindo II yakni, di Pontianak, Palembang, Panjang,Jambi,Teluk Bayur. Sedangkan di Pelabuhan Tanjung Priok mulai 16 Juli 2018.

Arif menjelaskan hingga triwulan ke III/2018 arus peti kemas di area TPK pelabuhan Pontianak mencatat kenaikan 14% yakni dari 172.399 TEUs menjadi 196.694 TEUs, TPK Jambi naik 11% dari 31.558 TEUs menjadi 34.990 TEUs.

Adapun di area TPK Palembang naik 3% dari 121.648 TEUs menjadi 125.761 TEUs, TPK Teluk Bayur naik 9% dari 55.985 TEUs menjadi 61.043 TEUs, dan TPK Panjang naik 1% dari 84.108 TEUs menjadi 85.057 TEUs.

Arif mengungkapkan melalui upaya peningkatan layanan yang dilakukan, perseroan telah menerima apresiasi dan penghargaan pelayanan publik sektor transportasi dari Kementerian Perhubungan pada September 2018.

"Hal ini sekaligus memotivasi kami mewujudkan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan,"ujar dia.

sumber:  bisnis 

Senin, 12 November 2018

Kapal Tanker Batu Bara yang Terbakar di Perairan Bontang Bakal Dikandaskan, Ini Alasannya

                                                                             Ilustrasi

Kapal MB Golden Ocean yang terbakar di perairan Bontang, saat ini tengah dievakuasi dari lautan.

Kapal berbendera Indonesia milik PT. Golden Ocean Line tersebut ditarik TB Herlin AT 15 menuju area labuh PT PKT, Minggu (11/11/2018).

"Kapal sampai pagi ini masih mengeluarkan asap dari ruang akomodasi," kata Kepala Kantor Pencarian & Pertolongan Kelas A Balikpapan, Gusti Anwar melalui Kasie Ops Octavianto.

Kapal yang dinakhodai Kapten Stephenson tersebut rencananya bila memungkinkan bakal dikandaskan di tempat yang aman. Lantaran mesin jangkar kapal yang tidak berfungsi.

"TB Herlin AT 15 Conek Towing KM. Golden Ocean rencana tiba di tempat aman (area labuh PT PKT) sekitar pukul 17.00 Wita," ungkapnya.

Sebanyak 22 awak kapal termasuk nakhoda yang berhasil dievakuasi unsur SAR Gabungan. Beruntung, nyawa mereka selamat. Lima orang Abk masih onboard di TB Herlin AT- 15 (Lokasi kejadian), yakni :

1.Stehensen. M. M. P. (Nahkoda) 
2.Eko Haryo wicaksono (Mualim2)
3.Harista maulana (mualim 3)
4.Edi Surryanto (Boswain)
5. Raras Slamet (ab)

sumber:  tribunnews

Jumat, 02 November 2018

Menperin Dorong Peran Industri Perkapalan Topang Pertumbuhan Ekonomi Hingga Sektor Migas



Kementerian Perindustrian terus mendorong industri perkapalan nasional dapat berkontribusi dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk dengan mendukung operasional di sektor migas.

Untuk itu, diperlukan peningkatan investasi di sektor industri perkapalan guna semakin menguatkan kemampuan sarana dan prasarana pendukung sektor migas tersebut.

"Perekonomian Indonesia akan tumbuh dengan adanya investasi yang berguna untuk menggantikan impor dan menghemat devisa. Upaya strategis inilah yang terus didukung Bapak Presiden Jokowi," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada peresmian Kapal Seapup 3 milik PT. Swadaya Sarana Berlian di kawasan pelabuhan Marunda, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Menurut Menperin, Indonesia mempunyai kepentingan untuk memajukan industri perkapalan nasional yang secara mandiri dapat memenuhi kebutuhan, terutama di pasar domestik. Di samping itu, aktivitas industri perkapalan dinilai memberikan efek berantai yang luas sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian di sektor lainnya.

"Apabila kita melihat karakteristik wilayah Indonesia, potensi migas yang harus dikelola sebagian besar berada di wilayah lautan. Oleh sebab itu, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan armada kapal maupun sarana lain dalam mendukung kegiatan sektor migas tersebut sangat diperlukan," paparnya.

Langkah ini penting dilakukan agar kinerja dan produktivitas migas semakin meningkat, mengingat sektor tersebut punya nilai strategis bagi perekonomian nasional.

Berdasarkan capaian pada semester I tahun 2018, penerimaan negara dari hulu migas sebesar USD8,5 milliar atau telah mencapai 71 persen dari target APBN 2018 sebesar USD11,9 milliar. Sedangkan dari segi investasi, sektor migas telah mencapai USD3,9 miliar.

Apalagi, industri perkapalan nasional sebagai salah satu sektor strategis juga telah mencapai beberapa kemajuan, di antaranya peningkatan jumlah galangan kapal lebih dari 250 perusahaan dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 1 juta DWT per tahun untuk pembuatan kapal baru dan sekitar 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal.

"Kami mengapresiasi PT. Swadaya Sarana Berlian atas kontribusinya terhadap pengembangan industri perkapalan di Indonesia, semoga banyak pekerjaan yang bisa dilakukan. Misalnya, kapal Seapup 3 ini yang pengoperasiannya 100 persen dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia," imbuhnya. 

Airlangga memandang pembuatan kapal ini merupakan salah satu state of the art dalam dunia perkapalan. Maka itu, diharapkan pengembangan Kapal Seapup 3 dapat menerapkan teknologi terbaru, terkait industri 4.0, khususnya dalam sektor migas. 

Berdasarkan kajian dari World Economic Forum, terdapat potensi sebesar USD1,6 triliun yang dapat diraih dengan impelementasi IoT, Big Data dan Machine learning. Hal ini juga akan ditambah dengan industri migas yang makin hijau bagi lingkungan.

"Tentu selanjutnya, kami memacu industri perkapalan nasional lebih berkembang lagi ke depannya. Kapasitas produksi untuk bangunan baru maupun reparasi kapal dapat terus ditingkatkan termasuk kemampuan dalam membangun fasilitas untuk mendukung kegiatan disektor migas," tutur Menperin. 

sumber: industry