Jumat, 22 Juni 2018

Kapal Tenggelam di Danau Toba, Kemhub Minta Syahbandar Tertibkan Operator Kapal

                                          Ilustrasi gambar

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus Purnomo menginstuksikan kepada para Syahbandar agar tegas menertibkan operator kapal khususnya kapal tradisional maupun kapal rakyat yang mengangkut penumpang bila tidak mematuhi standar aturan keselamatan pelayaran.

"Saya menginstuksikan para Syahbandar di seluruh Indonesia untuk melakukan tindakan tegas menertibkan operator kapal yang mengabaikan standar aturan keselamatan pelayaran. Keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan harga mati tanpa kompromi," kata Agus dalam keterangan resminya, Rabu (20/6)

Menurutnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai regulator keselamatan di bidang transportasi laut telah mengeluarkan sejumlah aturan turunan dari Undang-Undang nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran termasuk menerbitkan Peraturan Dirjen Perhubungan Laut dan Surat Edaran terkait keselamatan pelayaran.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Dirjen Perhubungan Laut Nomor HK.103/2/8/DJPL-17 tanggal 18 April 2017 tentang Petunjuk Kapal Tradisional Pengangkut Penumpang Untuk Menjamin Keselamatan Kapal Penumpang Tradisional di Wilayah Perairan Indonesia.

Begitu juga dengan Surat Edaran yang telah diterbitkan untuk mengatur keselamatan pelayaran kapal tradisional dan kapal rakyat khususnya dalam mendukung penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2018, yaitu Surat Edaran Nomor 054/R.OPS/VI-2018 tentang Peningkatan Pengawasan Keselamatan dan Keamanan Bagi Kapal-kapal Tradisional yang Digunakan Untuk Mengangkut Penumpang Dalam Rangka Arus Balik Angkutan Laut Lebaran Tahun 2018.

Dalam Surat Edaran itu, Dirjen Hubla menginstruksikan kepada seluruh Syahbandar untuk memastikan telah terpenuhinya persyaratan kelaiklautan kapal sebelum menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal-kapal tradisonal khususnya pada arus balik penumpang Angkutan Laut Lebaran tahun 2018 dan angkutan penumpang pada daerah destinasi wisata.

"Saya minta agar Syahbandar tidak memberangkatkan kapal apabila jumlah penumpang melebihi kapasitas yang telah ditetapkan sesuai sertifikat keselamatan," tegas Agus.

Selain itu, Syahbandar juga harus memastikan setiap penumpang yang naik ke atas kapal selalu memakai life jacket selama pelayaran dan tersedianya alat-alat keselamatan dan alat pemadam kebakaran di atas kapal serta melakukan pemantauan ulang kondisi cuaca setiap hari.

Namun demikian, Agus menegaskan, tanggungjawab keselamatan pelayaran bukan semata tanggungjawab regulator, tetapi juga semua pihak termasuk nakhoda/operator kapal dan penumpang kapal.

Kepada nakhoda/operator kapal, diminta untuk memastikan kapal yang akan berangkat telah memenuhi persyaratan kelaiklautan serta memeriksa kembali jumlah penumpang yang naik memiliki tiket dan tidak melebihi kapasitas yang diijinkan.

"Sedangkan kepada para penumpang diwajibkan untuk memiliki tiket sesuai nama dan lokasi tujuan, mematuhi peraturan yang berlaku di atas kapal, menggunakan life jacket selama pelayaran, tidak merokok, tidak membuang sampah di laut, tidak membawa barang berbahaya serta menjaga ketertiban dan keamanan," jelas Agus

sumber: Kontan 


Rabu, 20 Juni 2018

Steadfast Marine Memperkuat Bisnis Reparasi Kapal


Usai mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) menyiapkan sejumlah rencana bisnis dan ekspansi.

Tahun ini, Steadfast Marine akan memperkuat bisnis reparasi kapal. "Kami berharap dalam beberapa waktu ke depan, pendapatan akan disumbangkan oleh bisnis reparasi kapal, yakni sebesar 20% hingga 30%" ungkap Komisaris Utama KPAL, Eddy Kurniawan Logam, Jumat (8/6). Bisnis reparasi kapal nantinya akan dibukukan sebagai pendapatan berulang (recurring income) perusahaan.

Menurut Eddy, bisnis reparasi kapal merupakan sektor yang cukup menjanjikan, didorong oleh industri maritim yang terus berkembang. Apalagi, secara umum kapal penumpang setiap 12 bulan harus menjalani proses docking yang menjadi potensi pendapatan bagi perusahaan ini.

Selain itu, Steadfast Marine tengah fokus menyelesaikan pembangunan kapal, baik di dalam maupun luar negeri, dengan target kapal yang diselesaikan sebanyak lima unit hingga 10 kapal baru. Dalam jangka panjang, perusahaan ini memiliki strategi memperkuat pasar offshore sesuai dengan pertumbuhan ekonomi. KPAL juga melihat peluang di sektor kapal pengangkut liquefied natural gas (LNG).

Steadfast Marine kemarin resmi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). KPAL merupakan emiten ke-18 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada tahun ini. Dalam aksi korporasi ini, Steadfast Marine menerbitkan 350 juta saham atau setara 35,28% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dengan menetapkan harga IPO senilai Rp 115 per saham, KPAL memperoleh pendanaan sebesar Rp 40,25 miliar.

Manajemen Steadfast Marine akan menggunakan dana IPO untuk memperkuat belanja modal, termasuk membiayai pembuatan kapal, perbaikan dan peningkatan fasilitas di galangan kapal serta pembaharuan teknologi. "Untuk IPO ini, kami mencatatkan oversubscribed hingga 8 kali" tutur Eddy Kurniawan.

Steadfast Marine merupakan perusahaan yang bergerak di industri pembuatan kapal. Emiten ini memiliki fasilitas galangan kapal seluas 56.000 meter persegi yang berlokasi di samping sungai Kapuas.

Saat debut di BEI, investor memburu saham KPAL. Kemarin, harga saham KPAL ditutup menanjak 69,57% menjadi Rp 195 per saham.

sumber : kontan 

Selasa, 12 Juni 2018

Kemenhub Rilis Kapal Kontainer 100 TEUs Buatan Galangan Janata


Kementerian Perhubungan merilis satu kapal kontainer buatan galangan PT Janata Marina Indah, Semarang. Kapal tersebut merupakan 1 dari 15 kapal kontainer yang dipesan Kemenhub untuk program Tol Laut.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut, Junaidi mengaatkan kapal yang dibuat oleh galangan Janata berkapasitas 100 TEUs ( twenty-foot equivalent unit) dan diberi nama Kendagha Nusantara 6.

"Kapal ini akan mendukung konektivitas pelayaran dal_am program Tol Laut, meningkatkan integrasi sistem angkutan untuk mengurangi disparitas harga," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis.com, Selasa (6/3/2018).

Kapal ini menurut Junaidi merupakan pesanan kesembilan dai 15 unit yang dipesan sejak 2015. Dia menambahkan, selain di galangan Janata, Kemenhub juga memesan kapal serupa di galangan yang berlokasi di Banten dan Lamongan. Kapal-kapal yang dipesan ini diharapkan bisa rampung tepat wktu dan bisa beroperasi pada April 2018.

Junaidi menuturkan, kapal kontainer milik negara diproyeksi bisa mendukung upaya penurunan harga bahan pangan dan bahan bangunan yang diangkut lewat program Tol Laut. Di samping kapal laut, Kemenhub juga memadukan akses darat dan udara untuk memperluas distribusi barang kebutuhan pokok ke wilayah terdepan, terpencil, dan pedalaman.

Di 2018, Kemenhub membuka 15 trayek Tol Laut dengan tiga pangkalan utama, yakni Teluk Bayur, Tanjung Priok, dan Tanjung Perak. Kemenhub menggelontorkan anggaran sebanyak Rp447,62 miliar untuk penyelenggaraan Tol Laut tahun ini.

sumber: tribun

Senin, 04 Juni 2018

Dok Kodja Bahari Benahi Fasilitas Graving Dock Palembang


Perusahaan galangan kapal nasional PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) melaksanakanan ground breaking untuk pekerjaan sipil rehabilitasi semi dock graving, pintu dok serta pembangunan dermaga di area shipyard Palembang.

Dirut PT.Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DKB) Wahyu Suparyono mengatakan pembangunan seluruh fasilitas itu merupakan salah satu rencana strategis perseroan dalam menggunakan alokasi penggunaan dana penyertaan modal negara (PMN) APBN-P tahun anggaran 2015, yang diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp5,5 miliar.

"Pengerjaan fasilitas tersebut akan menggandeng perusahaan lokal yaitu PT. Gilas Perkasa dengan estimasi lama pengerjaan sekitar 90 hari kerja," ujar Wahyu, melalui siaran pers PT. DKB yang diterima Bisnis, Senin (14/5/2018).

Dia mengharapkan dengan rehabilitasi graving dock di Shipyard Palembang itu dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan khususnya dan masyarakat Indonesia di wilayah Sumatra Selatan pada umumnya.

Wahyu mengatakan pembangunan kembali graving dock ini diharapkan meningkatkan layanan kepada customer dan menjadi concern PT. DKB terpenuhi,sesuai dengan slogan Kementerian BUMN “One Vision, One Mision, One Family to Excellence”.

Perseroan, imbuhnya, akan terus bebenah dan terus bergerak maju untuk mendukung Pemerintah dalam mewujudkan program Indonesia sebagai poros maritim dan program tol laut, sesuai dengan nawa cita Presiden Joko Widodo.

Selain itu, kata Wahyu, PT.DKB berkomitmen mewujudkan program efisiensi logistik nasional dengan mengoptimalkan keberadaan PT.Air & Marine Supply (Airin). Perusahaan ini merupakan anak usaha PT. DKB yang bergerak di bidang usaha logistik,pergudangan dan mengantongi izin badan usaha pelabuhan (BUP).

"Pemberdayaan potensi internal perseroan akan terus kami lakukan untuk mendongkrak kinerja DKB saat ini dan di masa mendatang," ujar dia.

sumber: bisnis 

Minggu, 03 Juni 2018

160 Perusahaan Galangan Kapal Bakal Ramaikan RUA Iperindo


Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai (Iperindo) akan menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) dan sekaligus memilih kepengurusan asosiasi itu untuk periode 2018-2022.

Informasi yang dikumpulkan Bisnis pagelaran RUA Iperindo itu akan diramaikan dengan tiga bursa bakal calon Ketua Umum asosiasi tersebut untuk periode empat tahun mendatang.

Ketiga bakal calon itu antara lain; incumbent Eddy K.Logam dari PT.Logindo Samudera Makmur, Yance Gunawan (Dumas Shipyard) dan Askan Naim (Krakatau Shipyard).

Dikonfirmasi Bisnis, Ketua Umum DPP Iperindo Periode 2014-2018, Eddy K.Logam mengatakan, RUA bakal diikuti sekitar 160 perusahaan anggota Iperindo tersebut akan di gelar di Jakarta pada 3 Mei 2018.

Eddy juga menyatakan, dirinya siap mengabdi dan memimpin kembali kepengurusan Iperindo untuk masa bakti empat tahun mendatang.

"Saya berterima kasih kepada team pengurus yang telah berjuang dengan luar biasa sehingga banyak kemajuan yang telah dicapai selama empat tahun ini, anggota meningkat hampir dua kali lipat karena melihat kinerja pengurus periode ini," ujar Eddy kepada Bisnis, Selasa (1/5/2018).

Kendati begitu, menurut Bos PT.Logindo Samudera Makmur Tbk itu, masih banyak juga pekerjaan rumah yang masih harus dituntaskan agar Industri Maritim Indonesia menjadi kuat dan berdaulat.

"Oleh karena itu jika terpilih kembali saya akan berjuang dengan segenap tenaga untuk menuntaskan hal tersebut,"paparnya.

Sebagai incumbent, Eddy menegaskan bahwa semua calon telah menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi secara sehat dan demokratis, untuk fokus kepada program visi dan misi yang akan membuat Iperindo semakin baik.

Walaupun dia mendengar ada pihak-pihak luar yang tidak bertanggung jawab yang mencoba merusak kesatuan pengurus Iperindo dengan melakukan black campaign, namun Eddy yakin anggota dan pengurus Iperindo adalah insan yang dewasa dan rasional dalam meniai sesuatu dan tidak mudah terprovokasi.

"Saya mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dan bersama mendukung program Pemerintah menjadikan Indonesia yang kita cintai ini menjadi poros maritim dunia," ujar Eddy.

sumber: bisnis

Kamis, 17 Mei 2018

APBI : Penggunaan Kapal Nasional Untuk Ekspor Batubara Butuh Waktu Dua Tahun


Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyatakan dua tahun menjadi waktu yang cukup ideal untuk menyiapkan seluruh data terkait kewajiban penggunaan kapal nasional untuk ekspor batubara.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan ketersediaan data untuk penerapan kebijakan tersebut masih sangat minim. Disamping itu, jumlah armada kapal nasional sangat kurang.

"Penyusunan data-datanya belum lengkap. Yang paling fari bisa dilakukan setelah data-data siap. Perlu waktu setahun hingga dua tahun untuk siapkan itu," kata Hendra kepada Kontan.co.id, Rabu (4/4).

Hendra mengungkapkan data hasil kompilasi dari surveyor, ketersediaan kapal untuk ekspor batu bara kurang dari 2%. Kebanyakan armadanya berupa kapal tongkang.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kemarin menyatakan penerapakan kebijakan tersebut akan ditunda hingga dua tahun. Hal itu untuk memberi waktu menyusun peta jalan (roadmap).

Untuk asuransi nasional, akan tetap diberlakukan dalam waktu dekat dengan toleransi tambahan waktu selama tiga bulan.

Seperti diketahui, Permendag No. 82/2017 tersebut mewajibkan penggunaan kapal dan asuransi nasional untuk ekspor batubara dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Beleid yang diundangkan pada 31 Oktober 2017 itu rencananya bakal dijalankan secara efektif enam bulan setelah terbit.

Dalam pasal 5 diatur apabila armada angkutan laut nasional tidak mencukupi untuk kegiatan ekspor, maka bisa dilakukan juga dengan kapal angkutan laut asing. Namun, detail pelaksanaannya masih belum jelas.

Pelaku usaha, khususnya para eksportir langsung meminta agar penerapan beleid tersebut ditunda atau direvisi. Pasalnya, ketersediaan kapal nasional untuk kegiatan ekspor tersebut dinilai belum mencukupi.

CEO PT Arutmin Indonesia Ido Hutabarat mengatakan penundaan tersebut memang sesuai keinginan para eksportir. Meskipun begitu, penggunaan 100% kapal nasional tidak bisa langsung dilakukan pada dua tahun ke depan.

Dia menilai, kemampuan kapal nasional untuk menangani seluruh ekspor batu bara dari dalam negeri masih sulit bersaing pada dua tahun mendatang. Meskipun begitu, dirinya memahami maksud pemerintah yang ingin industri perkapalan nasional bisa bersaing secara global.

"Kalau mau diterapkan memang harus pelan-pelan. Feeling saya kapal nasional sampai bisa bersaing butuh lima sampai 10 tahun. Kalau dua tahun merangkak dulu lah," ujar Ido, Rabu (4/4).

Menurutnya, salah satu kendala yang akan dihadapi adalah perubahan skema penjualan dari FOB (free on board) ke CIF (cost, insurance, and freight). Hal itu kemungkinan sulit disepakati oleh pembeli.

"Kalau FOB kan pembeli yang menyiapkan kapalnya, kalau CIF penjual yang mencari. Untuk pembeli-pembeli besar seperti Jepang, misalnya, mereka pasti ingin FOB karena mereka kontrol kapalnya untuk sekalian dikirim," tandasnya.

sumber: kontan 

Selasa, 15 Mei 2018

CMA CGM Boyong Kapal Raksasa 10.642 TEUs ke Priok


Perusahaan pelayaran asal Perancis CMA CGM kembali memboyong kapal kontainer raksasa ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk melayani rute langsung ke Amerika Serikat.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis Jumat (4/5/2018), CMA CGM membawa kapal raksasa APL Salalah berkapasitas 10.642 TEUs (10.642 kontainer) pada Rabu (3/5/2018). Kapal ini menorehkan sejarah baru sebagai kapal kontainer terbesar yang pernah berlabuh di Tanjung Priok.

APL Salalah bersandar di terminal Jakarta International Container Terminal (JICT) dengan membongkat 1.666 TEUs dan memuat 2.818 TEUs. Walhasil, total bongkar muat dari kapal tersebut mencapai 4.484 TEUs dalam pelayaran perdananya ke Indonesia.

Setelah berlabuh di Tanjung Priok, APL Salalah akan berlayar ke Los Angeles dan Oakland, Amerika Serikat. Kapal ini memang melayani rute Java South East Asia Express Services atau Java SEA Express Services (JAX Services) dengan jadwal sandar mingguan secara rutin. 

CMA CGM menyebut, dengan mendatangkan kapal besar, konsumen dan pengguna jasa bisa efisiensi biaya logistik dan daya saing kinerja integrasi logistik. Sebelumnya, Presiden Direktur CMA-CGM Indonesia Farid Belbouab, mengatakan permintaan pengguna jasa untuk rute JAX Services terus bertumbuh sehingga pihaknya mendatangkan kapal yang lebih besar. Rute ini resmi dibuka pada April 2017 lalu.

"Kami mulai dengan kapal 8.000 TEUs sejak tahun lalu dan hasilnya sangat sukses. Secara bertahap kami membawa kapal yang lebih besar, 9.000 TEUs lalu 10.000 TEUs, bahkan mendekati 11.000 TEUs," jelasnya.

Saat ini, jaringan CMA CGM di Indonesia mencapai delapan cabang dan didukung oleh sub-agen di 15 lokasi pelabuhan. Jaringan akan menyokong arus barang dari Indonesia ke seluruh dunia di samping meningkatkan jenama atau brand CMA CGM seperti CNC, APL, dan ANL. Secara keseluruhan, armada CMA CGM mencapai 504 kapal dab berlabuh di lebih dari 420 pelabuhan di dunia. Tahun lalu, CMA CGM mengangkut hampir 19 juta TEUs. 

sumber: bisnis