Senin, 09 Oktober 2017

Pengusaha ASDP Mengeluh Sulit Bersaing Dengan Kapal LCT


Ketua Umum Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Khoiri Soetomo mengatakan sebanyak 25 persen porsi muatan  berpindah memakai kapal landing craft tank atau LCT. Ini yang membuat mereka kesulitan untuk bersaing dengan LCT.
"Mereka tak ada pembatasan ketinggian (barang), kami ada batasannya," kata Khoiri  di Hotel Aruna Senggigi, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 20 April 2017.

Khoiri menuturkan  jika mau adil seharusnya ada aturan yang sama bagi pengusaha penyeberangan yang memakai kapal fery dengan kapal LCT. "Kami menderita kerugian harus operasikan kapal-kapal investasi tinggi, regulasi tinggi."

Menurut Khoiri aturan yang ada saat ini  bisa dibilang ketat. Bahkan bisa dikatakan tumpang tindih sehingga menyebabkan adanya persaingan keras dalam hal harga. Persaingan keras ini utamanya terjadi di jalur Bojanegara-Bakauheni.

Khoiri menambahkan kapal LCT yang berstandar rendah memiliki antrean truk-truk yang banyak, sementara kapal-kapal fery  yang besar malah menunggu muatan. "Padahal bahaya buat kapal (LCT) kalau muatan di atas truk tak merata bisa menggangu stabilitas kapal," katanya.

Namun menurut Khoiri, Gapasdap tidak meminta dilindungi dan diproteksi berlebihan oleh pemerintah. Keadilan dalam aturan adalah hal utama agar kedua belah pihak bisa hidup bersama dan berdampingan.

sumber: bisnistempo

Senin, 02 Oktober 2017

Galangan Kapal Tradisional di Cilacap Ini Beromzet Miliaran


Angin bertiup kencang menerbangkan pasir-pasir pantai selatan Cilacap, membuat ketapang laut menari ritmis. Di bawah rerimbunannya, kepiting pasir berlarian berebut lubang tak bertuan.

Di siang yang terik itu, puluhan pekerja galangan kapal menurunkan papan kayu meranti dan bengkire Sumatera. Kayu-kayu sepanjang belasan meter itu diangkut dengan trailer yang tampak mungil dibanding kapal yang berdiri megah kendati baru setengah jadi.

Empat pekerja berada di atas trailer untuk menurunkan papan kayu menggunakan balok yang dipasang miring. Papan itu turun ke pelataran galangan dengan lentur, hampir tanpa suara. Tak aneh, para ahli kapal menggunakan kayu itu untuk membalut tulang belikat lambung kapal yang membutuhkan material kelenturan sekaligus kekuatan tingkat tinggi.

Sebagian pekerja lainnya mengangkut dan menata papan sesuai pesanan kepala tukang. Mereka bekerja serba otomatis. Hafal dengan bentuk dan ukuran papan serta peruntukannya.

Dari kejauhan, seorang lelaki tampak beberapa kali mengacung-acungkan tangan memberi perintah. Dia sang kepala tukang, sekaligus penanggungjawab produksi kapal kursin atau bagan. Namanya Agus Rusmanto. Usianya sekitar  49-an tahun.

Kali ini, dia bertanggungjawab atas pembuatan dua kapal. Masing-masing memiliki panjang 30 meter dan 32 meter. Sementara, lebar bukaan lambung atas adalah 7 meter dan 8 meter.

"Ini jenis kapal kursin atau bagan. Kenapa disebut kapal bagan, karena jenis kapal ini berasal dari Bagan, Riau," kata Agus, akhir Agustus lalu.

Mendengar kata Bagan, kemudian menyaksikan betapa gagahnya kapal itu, seolah-olah waktu berputar ke 150 tahun lalu, kala Bagansiapiapi, ibu kota Rokan Hilir Riau, masih menjadi pusat perdagangan internasional. Pada abad ke-19, Bagan menjadi kota pelabuhan nomor dua penghasil ikan terbesar dunia setelah Kota Bergen, Norwegia.

Sejarah Bagan di Selat Malaka memang tak pernah lepas dari dua kata ini, ikan dan galangan kapal. Kota ini dikenal dengan galangan-galangan kapalnya yang mendunia. Konstruksi kapal Bagan menyebar ke Eropa, Amerika, Asia, dan kota-kota pelabuhan se-Nusantara, termasuk Cilacap.

"Yang bawa ke sini ya karena bosnya asalnya dari Cina Bagan, Riau. Saya mendapat ilmu membuat kapal dari dia," ujar Agus.

Melihat dua kapal setengah jadi itu, beragam pertanyaaan mencuat. Bagaimana menentukan panjang lunas bawah, serang depan, serang belakang ,tulangan dasar, tulangan atas, belikat. Pasti dalam desain kapal itu telah dihitung dengan detail apa yang dibutuhkan untuk membangun sebuah kapal besar.

Namun, bayangan yang rumit-rumit itu kontan buyar. Aneh bin ajaib, mereka tak membuat kapal pesanan dengan desain. Kapal-kapal itu dibuat tanpa sket sedikit pun.

Suwarso (45), tukang senior di galangan Kapal milik CV Tirta Cahaya Mas Cilacap, mengungkap, mereka membuat kapal tanpa gambar, tanpa sket dan tanpa rincian bahan yang njelimet. Pemesan kapal tinggal memesan panjang kapal, lebar bukaan atas dan tinggi kapal.

"Nggak ada set, hanya ukuran dari bos. Ukuran segini-segini, panjang, lebar tinggi. Jadi maunya bos berapa. Makanya pakai feeling saja," ujar Suwarso, enteng. Sang kepala tukang, Agus, mengangguk, membenarkan.

Suwarso adalah tukang berpengalaman. Bisa dibilang, dia adalah wakil kepala tukang. Tugasnya adalah mengontrol serta membantu belasan tukang-tukang lain serta mengontrol penarik atau helper agar bekerja efisien. Kemampuannya kurang lebih setara dengan Agus, hanya kalah tua dan jam terbang.

"Semua kapal yang dibuat di galangan kita adalah kapal kursin atau bagan. Ciri khasnya bodi tinggi, lebar, panjang. Kalau Pekalongan itu lebar pendek," Suwarso menerangkan.

Suwarso bekerja di galangan kapal sejak akhir 1980-an. Sementara, sepuluh tahun sebelumnya, pada akhir 1970-an, Agus telah menjadi pembantu di kalangan kapal ini. Agus mengaku hidup di galangan kapal sejak masa remaja. Waktu itu dia bertugas sebagai penarik, atau jaman sekarang disebut helper.

"Ya, bantu-bantu tukang. Memanggul kayu, memindah papan, menyiapkan paku, menggeser tulangan yang belum pas,"  Agus menerawang, mengingat masa mudanya dulu.

Lantas, berapa lama mereka membuat sebuah kapal ukuran panjang 30 meter? “Paling sekitar 6 sampai 7 bulan. Sudah bisa diturunkan ke laut. Tapi itu tergantung jumlah pekerjanya juga. Semakin banyak semakin cepat,” ujar Suwarso.

Berbanding terbalik dengan kebutuhan papan penutup lambung yang membutuhkan jenis kayu ulet dan lentur, tulangan kapal harus menggunakan kayu yang keras sekaligus ulet dan tahan rayap dan hewan bubuk. Maka, para ahli kapal laut menggunakan kayu laban sebagai bahan tulangan.

Kayu ini dikenal kuat, keras dan ulet sekaligus. Itu sebabnya, rayap dan bubuk tak doyan dengan jenis kayu ini.

"Harus dengan kayu laban. Kalau kayu jati bisa pecah. Tapi jati pun biasa dipakai di Pantura. Karena di sana tersedia jati berumur tua," Agus menjelaskan.

Pertama-tama, jelas Agus, kapal dibuat dengan menentukan panjang lunas bawah, memperhitungkan panjang kapal. Lantas, para tukang sibuk membikin, tulang bawah, dan tulang atas.

Selanjutnya, tulangan yang sudah terangkai itu ditentukan tarikan lebar atas dimulai dari lambung. Lantas, tulang samping kiri dan kanan ditimbang menggunakan waterpas agar seimbang.

"Nanti bikin papannya samping, kanan kiri. Tinggal keluarnya berapa. Ngikutin aja. Nanti atas keluar berapa, tinggal mengikuti saja, tarik saja. Misalnya bawah tujuh meter, atas delapan meter. Berarti tinggal atas ditarik 1 meter," kata Agus. Perhitungannya, tentu sudah di luar kepala para kepala tukang.

Kapal yang sudah ditutup dengan papan lantas masuk tahap finishing. Tahap finishing terdiri dari pelapisan viber dan cat khusus anti air. Semuanya, impor. Baru setelah itu, kapal dipasang mesin.

Dalam setahun, Agus dan kawan-kawan mampu membuat hingga tiga kapal ukuran besar. Di samping itu, mereka juga menerima order perbaikan atau dalam bahasa mereka, renovasi kapal. Tiap kali menyelesaikan sebuah kapal, bos besar memberi bonus, di luar gaji harian. Besarannya antara Rp 3 juta hingga Rp 6 juta per orang. tergantung jabatannya.

Menurut Suwarso, tiap kapal membutuhkan biaya antara Rp 7 miliar hingga Rp 9 miliar. Namun, dia sendiri tak tahu pasti berapa harga jual satu kapal.

Beberapa jam di galangan kapal tradisional, keyakinan pun menebal, betapa Indonesia adalah negara maritim dengan pelaut-pelaut ulung nan perkasa. Artefak pengetahuannya berdaya guna hingga masa kini. Kapal-kapal megah itu seakan meniupkan angin segar untuk dunia kemaritiman Indonesia.

sumber: liputan6

Selasa, 02 September 2014

Musibah terbakarnya KM Paus


Musibah tenggelamnya kapal diperairan Indonesia kembali terjadi, Rabu 27 Agustus 2014 Kapal Muatan (KM) Paus milik unit pelaksana Angkutan Pelabuhan dan Kelautan (UP APK) Dinas perhubungan DKI Jakarta terbakar di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan berada di 10 mil dari Pulau Pramuka sekitar Pulau Busung Sekati.
Kapal yang berangkat dari dermaga kaliadem sekitar pukul 08.30 WIB itu langsung menuju Pulau Pari, Lancang, Pramuka dan Kelapa. Di tengah perjalanan 10 mil dari pulau pramuka mesin kapal tiba – tiba terbakar dan meledak di bagian tengah sehingga menimbulkan korban luka bakar.
Dalam peristiwa tersebut 36 orang yang mengalami luka bakar telah dievakuasi ke RSUD yang tersebar di Pulau Seribu.

Tidak ada yang dapat menghindar dari musibah laut namun sebagai pemilik kapal dapat memberikan perlindungan terhadap kerugian keuangan apabila peristiwa tersebut terjadi dengan Asuransi Marine Hull atau dikenal juga dengan asuransi rangka kapal.
Luasnya jaminan asuransi marine hull adalah menjamin resiko – resiko sebagai berikut:

• bahaya laut seperti cuaca buruk, tenggelam, tabrakan dll (perils of the seas)
• kebakaran, ledakan
• pencurian dengan kekerasan
• pembuangan kargo kelaut (jettison)
• perompakan (piracy)
• tabrakan dengan pesawat udara
• gempa bumi letusan, gunung berapi, sambaran petir
• kelalaian nahkoda dan crew
• pemberontakan atau pengambilalihan paksa oleh nahkoda dan crew
• tanggung jawab hukum akibat tabrakan kapal (Collission Liability)
• kontribusi General Average and Salvage
• biaya-biaya penyelamatan

Tersedia 3 pilihan jaminan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien:
1. Clause 280 (comprehensive atau full navigational perils)
2. Clause 284 (Total Loss + GA and ¾ Collision Liability)
3. Clause 289 (Total Loss Only)

Jangan tunda perlindungan bagi kapal anda; segera hubungi Gaby Yong 0856-7177-306 atau Sharon di 0821-9820-7682 untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

Senin, 11 Agustus 2014

KECELAKAAN MAUT TERBURUK DI LAUT SEPANJANG SEJARAH DUNIA

Tidak menentunya kondisi cuaca di perairan lepas samudera sangat membahayakan pelayaran kapal – kapal yang ada. Semua pelayaran menjadi vakum / tertunda saat kondisi laut terlihat mengganas. Tidak ada yang dapat memprediksi apa yang akan terjadi saat kapal berlayar; bukan saja kondisi cuaca yang harus dicermati, kondisi kesiapan kapal berlayar bersama dengan nahkoda dan awak kapalpun harus benar benar diperhatikan. Berikut adalah catatan sejarah kejadian kecelakaan maut terburuk yang pernah terjadi sepanjang sejarah dunia maritim dengan menelan ribuan korban jiwa dan peristiwa tersebut tidak dapat kita lupakan.

1. MV Doña Paz
Peristiwa tabrakan maut antara MV Dona Paz yang merupakan kapal ferry penumpang dengan kapal tangker Vector pada tanggal 20 Desember 1987 telah menelan korban sebanyak 4.375 jiwa. Perjalanan MV Pona Paz dari kepulauan Samar – Filipina tidak sampai pada tujuan karena saat berada di selat Tablas diantara pulau Mindoro dan Tablas kapal bertabrakan dengan kapal tangker “Vector” yg sedang membawa 8.800 barel minyak. Muatan dari kapal tangker itu langsung terbakar dan menyambar Doña Paz. Saking ganasnya api Doña Paz tenggelam hanya beberapa menit kemudian.

2. Halifax Explosion
Ledakan dasyat yang terjadi dari sebuah tabrakan antara kapal cargo Prancis “Mont-Blanc’ yang membawa muatan penuh berisi mesiu dan bahan peledak untuk kepentingan militer dengan kapal Norwegia “The Narrows” di salah satu bagian pelabuhan Halifax telah menghacurleburkan kota Nova Scotia di Kanada yang berjarak 50 meter dari pelabuhan dengan menelan korban sebanyak 1.950 jiwa. Peristiwa naas ini terjadi pada tanggal 6 Desember 1917.

3. MV Joola
Kelebihan muatan penumpang yang seharusnya berkapasitas maksimum 580 orang dimuati hampir 2000 orang membuat kapal ferry penumpang MV Le Joola milik pemerintah Senegal tenggelam di dekat pantai wilayah Gambia pada tanggal 26 September 2002. Peristiwa pelanggaran kelebihan muatan ini telah menelan 1.863 korban jiwa meninggal dunia.

4. Kapal Uap Sultana
Kapal uap Sultana adalah kapal penumpang yang melayari sungai Mississippi hancur dalam sebuah ledakan pada tanggal 27 April 1865. Peristiwa ini tercatat sebagai tragedi terburuk dalam dunia maritim di Amerika Serikat. Diperkirakan 1.800 dari 2.400 penumpang kapal terbunuh saat salah satu dari empat boiler (tungku pemanas) meledak, Sultana tenggelam tidak jauh dari Memphis — Tennessee. Sebagian besar penumpang adalah bekas tahanan dari pasukan Konfederasi yang dikirim kembali ke rumah mereka. Ledakan akibat kebocoran dan kurangnya perawatan dari tungku pemanas menyebabkan hancurnya separuh badan kapal dan batu bara panas yang beterbangan membakar habis sisa badan kapal.

5. RMS Titanic
Peristiwa fenomenal kecelakaan maut yang menenggelamkan kapal mewah RMS Titanic di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 ceritanya tak pernah lekang oleh waktu. Tenggelamnya Titanic akibat menabrak sebuah gunung es pada pelayaran perdananya dari Southhampton Inggris menuju New York City telah menyebabkan kematian sebanyak 1.514 orang yang di dalamnya terdiri dari sejumlah orang terkaya di dunia saat itu.

6. RMS Empress of Ireland
Kecelakaan yang menelan 1.012 korban jiwa pada penumpang RMS Empress of Ireland terjadi di Saint Lawrence River pada tanggal 29 May 1914 setelah kapal RMS Empress of Ireland mengalami tabrakan laut / collision dengan the Norwegian collier SS Storstad.

7. MS Estonia
MS Estonia sebelumnya bernama MS Viking Sally (–1990), MS Silja Star (–1991), dan MS Wasa King (–1993) adalah kapal ferry buatan Jerman tahun 1979. Musibah karamnya kapal MS Estonia terjadi pada tanggal 28 September 1994 waktu tengah malam saat berlayar menyeberangi Laut Baltik dalam perjalanannya dari Tallinn-Estonia menuju Stockholm-Swedia . Saat itu kapal membawa 989 penumpang dan awak kapal dan menelan 852 korban jiwa.

Tidak ada satupun yang dapat menyangka kapan datangnya musibah dan bahaya yang mengancam jiwa dan kerugian harta. Namun untuk meminimalisasi kerugian para pemilik kapal dapat memberikan perlindungan asuransi marine hull bagi rangka kapal dan mesinnya juga dapat memberikan perlindungan bagi barang kiriman / bawaan melalui laut dengan marine cargo. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi segera Sharon Tio di 0821 98207682 atau Gaby Yong di 0856 7177 306 atau kunjungi web kami lainnya di www.mitraca.com

Rabu, 06 Agustus 2014

Mengenal Asuransi Protection & Indemnity (P&I)

Dibentuk oleh Shipowners untuk memberikan proteksi terhadap kemungkinan kerugian dalam pengoprasian kapal yang berkaiyan dengan tanggung jawab hokum kepada pihak ke tiga sebagai akibat dari tidak penuhnya Liability yang di cover serta pengecualian yang ada dalam Asuransi Hull & Machinery.


Ketentuan Hukum di Indonesia mengenai pelayaran

UNDANG-UNDANG NO.21 TAHUN 1992 TANGGAL 17.09.1992 TENTANG PELAYARAN (PASAL 17-20)
  • keharusan memindahkan bangkai kapal yang tenggelam di perairan yang kedalamnya kurang dari 100 m
  • keharusan mengatasi pencemaran laut oleh muatan yang diangkutnya

PERATURAN PEMERINTAH NO.7 TAHUN 2000 TANGGAL 21.02.200 TENTANG KEPELAUTAN (PASAL 28-31)
  • keharusan bertanggungjawab terhadap berbagai musibah dan kecelakaan yang dialami anak buah kapal.

Luasan Jaminan
Yang dijamin dalam Protection & Indemnity antara lain:
  • Crew Liability (Loss of life, personal injury and illness)
  • Passengers liability
  • Collision liability
  • Damage to property
  • Removal of wreck
  • Towage liability
  • Cargo Liability
  • Pollution

Special Exclusion
  • 1/4ths COLLISION LIABILITY
  • REMOVAL OR DISPOSAL OF OBSTRUCTION, WRECK CARGOES, OR ANYTHING
  • DAMAGE TO OTHER PROPERTY ON INSURED SHIP
  • DAMAGE TO CARGO ON INSURED SHIP
  • LOSS OF LIFE, PERSONAL INJURY OR ILLNESS THIRD PARTY
  • LOSS OF LIFE, PERSONAL INJURY OR ILLNESS THIRD PARTY OF CREW
  • POLLUTION OR CONTAMINATION OF ANY REAL OR PERSONAL PROPERTY OR THING
  • CONTACT WITH FFO


Deductibles
  • USD 3,000 in respect of cargo claim each single voyage
  • USD 5,000 in respect of RDC/FFO claims any one accidents or occurrence
  • USD 1,000 in respect of crew claims any one accident or occurrence
  • USD 15,000 in respect of all claims following Total or Constructive Total Loss of vessel
  • USD 2,000 all other claims any one accident or occurrence


Call Warranty
  • Payable quarterly in advance with 30 days due dates otherwise insurance automatically cancelled with the Association accepting no liability arising from any incident
  • In the event of vessel becoming a total loss the full annual premium becomes payable immediately
  • Canceling returns only

Warranty
  • Warranted vessel classed and class maintained
  • Warranted vessel ISM compliance (if applicable)
  • Warranted fully completed and signed proposal of entry form to be received within 30 days of attachment of cover
  • Warranted Indonesian crews only. Other nationalities subject to Association’s prior approval at terms and conditions to be agreed
  • Warranted single tow only

Prosedur Penutupan Asuransi P&I
  • Tertanggung mengisi Formulir Penutupan Asuransi P&I dilengkapi dengan data pendukung seperti copy sertifikat BKI yang kemudian diserahkan melalui Perusahaan Asuransi untuk kemudian dengan jasa Re Ins. Broker proses dilanjutkan dengan P&I Club company.
  • P&I Club akan menerbitkan Quotation untuk diserahkan kepada Tertanggung dan setelah Tertanggung setuju dan menandatangani Quotation tersebut dan mengisi Application for Entry Form selanjutnya P&I Club akan menerbitkan Confirmation of Cover yang disertai dengan Debit Note.
  • Tertanggung akan melakukan pembayaran langsung kepada P&I Club
  • Setelah pembayaran diterima, P&I Club akan menyerahkan asli dan duplicate Certificate of Entry melalui Perusahaan Asuransi yang akan diteruskan kepada Tertanggung.

Minggu, 06 Juli 2014

Asuransi Marine Hull Menurut OJK


Nama Produk
Marine Hull Insurance

Definisi
Memberikan jaminan kerusakan atau kerugian terhadap kapal, mesin dan perlengkapannya dari bahaya laut dan risiko pelayaran (navigational perils).

Manfaat
a. Perils yang Dijamin
  • Bahaya laut seperti cuaca buruk, tenggelam, tabrakan dll. (perils of the seas)
  • Kebakaran & ledakan
  • Pencurian dengan kekerasan oleh orang dari luar kapal
  • Pembuangan ke laut (jettison)
  • Perompakan (piracy)
  • Breakdown atau kecelakaan pada instalasi nuklir atau reaktor (pada kapal)
  • Tabrakan dengan pesawat udara atau benda angkasa lainnya, alat transportasi darat, dock dll.
  • Gempa bumi letusan, gunung berapi, sambaran petir.
  • Kecelakaan akibat loading-unloading kargo atau bahan bakar
  • Bursting of boilers pada kapal, dll
  • Kelalaian nakhoda, crew atau pandu
  • Kelalaian repairers atau charterers
  • Pemberontakan atau pengambilalihan paksa oleh nakhoda dan crew (barratry)
  • Tindakan pihak berwenang dalam mencegah  atau mengurangi dampak polusi (Pollution Hazard)
  • Tanggung jawab hukum akibat tabrakan kapal (Collission Liability)
  • Kontribusi General Average and Salvage
  • Biaya-biaya penyelamatan (Sue and Labour)
b. All Risks (Comprehensive) menjamin kerusakan sebagian (partial loss) dan kerusakan total (total loss). Total Loss menjamin kerusakan total saja (tidak menjamin kerusakan sebagian)
i. Actual Total Loss (ATL)
  • Kapal telah hancur atau musnah (destroyed); atau
  • Tertanggung tidak dapat memiliki kembali kapalnya (irretrievably deprived); atau
  • Kapal telah dinyatakan “hilang” – Tidak diketemukan lebih dari 6 bulan sejak pelayaran berakhir
ii. Constructive Total Loss (CTL) :
  • Tertanggung tidak dapat memiliki kembali kapalnya (deprived) dan  estimasi biaya untuk mendapatkannya kembali lebih besar dari pada nilai kapal tsb. bila berhasil diselamatkan.
  • Kapal rusak sedemikian rupa sehingga biaya perbaikan lebih besar dari harga asuransi (insured value)
c. Type kapal :
  • Tug boat
  • Tongkang (barge)
  • Passenger vessel (ferry)
  • Kapal pesiar (yacht vessel)
  • Oil tanker
  • Kapal barang (cargo vessel)
  • Dan lain-lain.
Yang wajib dilaksanakan ketika membeli produk tersebut
  • Mempelajari dengan baik proposal penawaran yang diajukan oleh agen/broker terutama atas resiko yang dijamin dan tidak dijamin, persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, cara pembayaran premi, kewajiban tertanggung dalam hal terjadi kerugian atau kerusakan
  • Memastikan kesehatan keuangan dari perusahaan Asuransi yang akan menjamin resiko
  • Menanyakan kartu keagenan dari agen yang menawarkan jika melalui agen
  • Mengisi Surat Permohonan Penutupan Asuransi dengan data yang sebenar-benarnya secara lengkap dan ditandatangani oleh calon tertanggung sendiri
  • Data yang diminta biasanya terkait dengan:
    • Jenis kapal
    • Spesifikasi kapal
    • Penggunaan kapal
    • Nilai pertanggungan
    • Periode pertanggungan
    • Loss record /pengalaman klaim
  • Membantu surveyor dari perusahaan Asuransi jika ditunjuk untuk melakukan survey ke objek Asuransi sebelum penutupan Asuransi.
Dengan siapa produk tersebut bisa didapatkan
Produk tersebut bisa didapatkan melalui:
  • Agen Asuransi yang bersertifikat.
  • Broker Asuransi terutama untuk resiko yang komplit
  • Langsung menghubungi perusahaan Asuransi yang menjamin resiko tersebut baik melalui call center, internet atau mendatangi langsung
Apa yang harus diperhatikan dalam membeli produk tersebut
  • Surat penawaran dari perusahaan
  • Memastikan agen yang bersertifikat
  • SPPA
  • Memastikan data-data dalam SPPA telah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya
  • Membaca kontrak/polis secara seksama dan menanyakan ke agen/perusahaan jika terdapat keraguan atas kondisi polis
  • Meminta perubahan (endorsement) jika terdapat kesalahan data dalam polis yang diberikan
  • Besaran Own Retention / Deductible per kejadian
Apa yang harus dilakukan ketika tidak sesuai dengan apa yang diperjanjikan
Mengacu kepada kondisi polis yang telah disepakati dalam penyelesaian perselisihan, tindakan yang dapat dilakukan antara lain:
  • Meminta klarifikasi ke perusahaan baik melalui agen maupun langsung ke perusahaan untuk proses perdamaian atau musyawarah antara pihak-pihak.
  • Mengadukan ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia untuk nilai klaim yang bermasalah hingga Rp. 750.000.000,-
  • Jika masih belum menemukan titik temu dapat memilih penyelesaian sengketa melalui arbitrase atau penyelesaian sengketa melalui pengadilan.

Rabu, 21 Mei 2014

Oasis Kapal Pesiar terbesar dan Tertinggi di Dunia

pict-64
Kapal Pesiar terbesar dan tertinggi di dunia, julukan itu memang sangat pantas diberikan untuk “Oasis of the seas”. Kapal pesiar super besar ini dibangun dengan menghabiskan waktu sekitar 6 tahun dengan biaya sebesar 800 juta poundsterling.
Oasis of the Seas kapal pesiar yang memiliki bobot sekitar 225.000 ton lebih juga memiliki bangunan atau kabin hingga 20 tingkat di ibaratkan sudah mirip dengan apartement mampu menampung ribuan penumpang
Kapal pesiar yang besarnya 5 kali lebih besar dari kapal titanic memiliki fasilitas super mewah itu seperti trapeze show, water ballet, ice skating, kasino, club, lounge, outdoor amphitheater dengan kapasitas 750 tempat duduk, lapangan golf mini, lapangan basket, lapangan voli, wall climbing, taman bermain sampai tempat penitipan anak.
Awal peluncuran perdananya pada tanggal 1 November 2009 silam kapal ini berhasil melewati rintangan rintangan pertama, jembatan Great Belt Fixed Link di Denmark.
Kapal super bersar ini dengan mulus melewatinya, meski ujung buritan kapal hanya berjarak sekitar setengah meter dari jembatan Great Belt.
pict-13
Kapal pesiar terbesar sepanjang sejarah ini di rancang dengan berbagai ke unikan bahkan di dalam fasilasnya ada area taman hujau seluas atau selebar lapangan sepak bola,bahkan fasilitas kolam renangnya pun sebagai kolam renang terbesar di dunia yang mendapat julukan The Floating City atau yang di kenal dengan nama kota terapung,jangan salah di kapal pesiar ini juga terdapat fasilitas lapangan yang bernama Central Park.
Kapal raksasa yang dalam pembuatannya di lakukan oleh ribuan pekerja yang panjangnya sekitar 360 meter kapal pesiar Oasis ini di gerakkan oleh tiga baling-baling yang sangat besar,kapal ini di perkirakan mampu dan memiliki kecepatan yang paling canggih dalam mengarungi samudara kapal pesiar milik Royal Caribbean International merupakan kapal terbesar yang pernah ada juga tercanggih,yang pastinya kapal pesiar ini merupakan kapal kelas Vip bagai mana tidak fasilitas yang ada dan lengkap dan sangat pantas kapal pesiar Oasis of the Seas mendapat julukan kota terapung dan termegah.
Keunggulan kapal ini :
– 16 deck tinggi, atau 65 meter (213 kaki) di atas permukaan air
– Panjang 1.180 kaki dan lebar 154 kaki
– Memiliki kapasitas untuk menampung 6.360 penumpang dan 2.160 anggota kru.
– Sarana hiburan Tamu, mendaki tebing di atas laut
– Taman pertama di atas laut,
– Pos baris yang diagonal ras sembilan-deck di atas udara terbuka atrium, – 28 bertingkat perkotaan suite bergaya membual loteng lantai ke langit-langit jendela

Bagi Anda pemilik kapal atau mempunyai bisnis dibidang pengangkutan barang / cargo, jangan lupa untuk memberikan perlindungan dengan asuransi pengangkutan agar apapun peristiwa yang terjadi di lautan lepas dapat diberikan penggantian apabila terjadi kerugian. Asuransi ACA menyediakan perlindungan asuransi marine hull dan marine cargo bagi Anda.

Dapatkan informasi lebih lanjut dengan hubungi Gaby Yong di 0856 7177 306 atau Sharon Tio di 0821 9820 7682 atau web www.mitraca.com atau www.asuransimarineindo.com